Bunga Kredit Bank Himbara untuk Bulog Turun Jadi 3%, Bisa Hemat Rp 1 Triliun

Kamila Meilina
3 Agustus 2026, 23:46
Petugas mengecek stok beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Gudang Bulog Lhokseumawe, Aceh, Senin (13/07/2026). Bulog Lhokseumawe menyiapkan pasokan pangan sebanyak 30 ribu ton be
ANTARA FOTO/Rahmad/wsj.
Petugas mengecek stok beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Gudang Bulog Lhokseumawe, Aceh, Senin (13/07/2026). Bulog Lhokseumawe menyiapkan pasokan pangan sebanyak 30 ribu ton beras SPHP dan 60 ribu liter Minyakita untuk memenuhi kebutuhan gerai KDMP di wilayah kerja Bulog Lhokseumawe sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan pangan serta mendukung kelancaran program distribusi pangan Pemerintah di daerah.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perum Bulog mendapatkan komitmen penurunan bunga kredit dari Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) menjadi hanya 3%, dari semula 7%. Kebijakan itu diproyeksikan memangkas beban pembayaran bunga perusahaan hingga lebih dari Rp1,07 triliun dalam setahun.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penurunan bunga pinjaman merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap Bulog dalam menjalankan penugasan menjaga ketahanan pangan nasional.

"Dampak dari pengurangan bunga bank tersebut, Bulog mampu mengurangi biaya pembayaran bunga dalam satu tahun lebih dari Rp1,07 triliun," kata Ahmad Rizal ditemui di kantornya, di Jakarta Selatan, Senin (3/8). 

Menurutnya, ini merupakan kali pertama Bulog memperoleh fasilitas pembiayaan dengan bunga serendah itu. Bunga pinjaman Bulog yang sebelumnya berada di kisaran 7-8% dipangkas menjadi efektif 5%. 

Dari besaran itu, Bulog hanya menanggung bunga sebesar 3 persen, sedangkan 2 persen sisanya dibayar pemerintah melalui skema subsidi bunga.

Kebijakan itu dinilainya akan memperkuat kondisi keuangan Bulog sekaligus meningkatkan ruang fiskal perusahaan dalam menjalankan penugasan pemerintah, mulai dari pengadaan hingga pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Sebelumnya, Bulog juga memperoleh persetujuan pemerintah atas skema margin baru sebesar 7%. Dengan perubahan itu, perusahaan memproyeksikan neraca keuangan akan berbalik positif sekitar Rp1,14 triliun hingga akhir tahun.

Perbaikan kondisi keuangan itu, lanjut Ahmad Rizal, akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, termasuk menggandakan anggaran operasional pemeliharaan gudang agar kualitas beras pemerintah tetap terjaga.

Selain itu, Bulog juga mulai membahas rencana penerapan skema beras SPHP satu harga di seluruh Indonesia. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...