Menteri UMKM Janjikan RI Punya E-Commerce Khusus UMKM, Begini Sistemnya
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tengah mengembangkan e-commerce lokal yang ditujukan khusus untuk pelaku UMKM. Platform itu akan menjadi bagian dari sistem SAPA UMKM dan nantinya memungkinkan pelaku usaha memasarkan produk hingga melakukan transaksi dengan pembeli.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pembangunan marketplace tersebut menjadi tahapan lanjutan setelah seluruh UMKM terintegrasi ke dalam sistem SAPA UMKM.
"Pada saat sudah semua UMKM kita onboarding di dalam sistem SAPA UMKM, mereka menikmati beberapa fasilitas dan layanan yang kita berikan lewat sistem SAPA UMKM," kata Maman di Jakarta Pusat, Kamis (13/8).
SAPA UMKM sendiri merupakan aplikasi layanan terpadu (SuperApps) dan pusat data yang dikembangkan oleh Kementerian UMKM untuk menghubungkan pelaku usaha dengan program pembinaan, perizinan, pembiayaan, serta pasar digital.
Setelah proses pendaftaran dan sinkronisasi alias onboarding berjalan, pemerintah akan masuk ke tahap pembangunan marketplace yang memungkinkan UMKM dari berbagai daerah saling menawarkan produk.
"Antara UMKM, dan di sini juga bisa diakses oleh non-UMKM. Jadi mereka juga bisa akses. Mereka bisa melihat potensi produk-produk apa saja yang ada di daerah Papua, misalnya, atau yang ada di Jawa Tengah," ujarnya.
Maman mengatakan fitur marketplace tersebut akan diberi nama Pasar SAPA UMKM. Platform ini nantinya terintegrasi dengan Pasar Digital UMKM (PaDi UMKM) besutan Telkom Indonesia, sehingga pelaku usaha maupun pembeli dapat melakukan transaksi secara langsung.
"Pasar SAPA UMKM, yang di situ nanti terintegrasi dengan PaDi UMKM, dan teman-teman UMKM dan pihak pembeli juga bisa transaksional di situ," kata Maman.
Integrasi itu saat ini masih dalam proses. Maman mengatakan pemerintah mendorong agar proses integrasi dapat dilakukan secepat mungkin, meski belum dapat memastikan kapan platform tersebut akan diluncurkan secara penuh.
"Kalau ditanya waktu, semangat kita pokoknya harus ada percepatan dalam semua integrasi ini. Karena kata kuncinya, semakin cepat, semakin cepat juga masyarakat ataupun UMKM menikmati fasilitas ini," ujarnya.
Ketika ditanya apakah marketplace tersebut dapat beroperasi pada akhir 2026, Maman belum dapat memberikan kepastian.
Tidak Menghapus E-Commerce yang Sudah Ada
Maman memastikan pengembangan marketplace UMKM tersebut tidak dimaksudkan untuk menghapus atau menggantikan platform perdagangan digital yang sudah ada.
Pemerintah justru akan mengintegrasikan berbagai sistem yang telah dibangun kementerian maupun platform e-commerce lainnya.
"Jadi masing-masing kekuatan ataupun sistem yang sudah ada di masing-masing kementerian tidak kita hilangkan. Justru kita integrasikan," ujarnya.
Dia mengatakan integrasi juga tengah dilakukan dengan sejumlah platform e-commerce, termasuk Shopee, Lazada, Blibli, dan TikTok Shop.
Namun, proses tersebut tidak sederhana karena setiap platform memiliki mekanisme dan aturan masing-masing.
"Mengintegrasikan sistem itu ternyata juga nggak sesederhana yang kita bayangkan. Karena di masing-masing institusi atau platform, mereka punya mekanisme dan aturan mainnya masing-masing. Nah ini sekarang sedang kita lakukan," kata Maman.

Produk UMKM Unggulan 