Kementerian PKP Serap Anggaran Rp3,78 Triliun hingga September 2026
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat realisasi anggaran sebesar Rp3,78 triliun hingga 1 September 2026. Angka tersebut mencapai 36,64% dari pagu anggaran non-Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun ini.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan pemerintah terus mendorong penyerapan anggaran untuk mendukung pelaksanaan program perumahan, termasuk Program 3 Juta Rumah.
"Realisasi anggaran Kementerian PKP tahun anggaran 2026 sampai dengan 1 September 2026 sebesar Rp3,78 triliun atau 36,64% dari pagu non-ABT," ujar Maruarar dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Rabu (2/9).
Pada 2026, pagu anggaran Kementerian PKP meningkat dari Rp10,31 triliun menjadi Rp12,53 triliun. Kenaikan anggaran itu juga menambah target pembangunan menjadi 414.184 unit.
Maruarar mengatakan pemerintah menyiapkan dua cara untuk menyediakan rumah bagi masyarakat, yaitu membangun rumah baru dan merenovasi rumah yang sudah ada.
Untuk pembangunan rumah baru, pemerintah menyediakan rumah subsidi, baik berupa rumah tapak maupun rumah susun (rusun).
Anggaran Terbesar Dialokasikan untuk Bedah Rumah
Anggaran terbesar dalam mewujudkan hunian dialokasikan untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah, yakni sebesar Rp8,59 triliun. Dana itu digunakan untuk memperbaiki 400 ribu rumah masyarakat. Hingga 1 September 2026, realisasi program Bedah Rumah mencapai 131.689 unit atau 33,37% dari target.
Dari sisi anggaran, hingga 1 September 2026 program BSPS/Bedah Rumah telah menyerap Rp2,87 triliun atau 33,37%. Sementara itu, Dukungan Manajemen menyerap Rp636,36 miliar atau 69,03%, dan program non-BSPS Rp274,99 miliar atau 34,44%.
Untuk Rumah Susun, penyerapan anggaran mencapai 56,58%, sedangkan Rumah Khusus mencapai 13,24% hingga 1 September 2026.
Secara keseluruhan, anggaran Kementerian PKP yang terserap mencapai Rp3,78 triliun atau 36,64% dari pagu non-ABT hingga 1 September 2026.
Pemerintah juga mulai membangun rusun di Manggarai, Jakarta. Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan rusun di kawasan Meikarta. Selain menggunakan anggaran negara, pemerintah juga mendorong pembiayaan perumahan melalui KUR Perumahan.
