Pemerintah Lelang 308.000 Ton Beras Bulog Turun Mutu untuk Bahan Tepung

Kamila Meilina
7 September 2026, 13:49
beras, bulog, bahan baku tepung beras
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa.
Pekerja menata stok beras di Gudang Bulog, Gadang, Malang, Jawa Timur, Jumat (30/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah akan melelang 308 ribu ton beras Bulog yang telah mengalami penurunan mutu untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung beras. Harga beras yang dilepas pemerintah ditetapkan minimal Rp11.000 per kilogram (kg).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan karena stok beras Bulog saat ini berada di level tinggi. Dalam dua tahun terakhir, stok beras Bulog tercatat mencapai lebih dari 5 juta ton.

Dengan stok yang disimpan dalam waktu lama, sebagian beras mengalami penurunan kualitas. Pemerintah memperkirakan terdapat sekitar 300 ribu ton beras yang kualitasnya menurun.

“Yang kurang mutu itu kira-kira 300 ribu ton,” kata Zulkifli usai rapat koordinasi di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (7/9). 

Beras dengan mutu yang menurun tersebut dapat dilelang dengan harga minimal Rp11.000 per kg. Beras itu nantinya dapat dibeli oleh pabrik-pabrik tepung untuk diolah menjadi tepung.

Zulkifli mengatakan, kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menekan kenaikan harga pangan di pasar. 

Beras Umur Simpan di Atas 10 Bulan 

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal menjelaskan, kebijakan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong pemanfaatan beras di dalam negeri menjadi produk olahan, khususnya tepung beras.

Menurut dia, Indonesia sebelumnya masih membutuhkan bahan baku tepung beras dari impor. Namun, saat ini pemerintah menyatakan sudah tidak lagi mengimpor beras pecah dan komoditas sejenis.

“Kebetulan kita punya stok kurang lebih 380 ribu ton. Sesuai arahan Pak Menko dan kesepakatan rapat Rakortas, disepakati kebijakan hilirisasi beras menjadi tepung beras sebanyak 308 ribu ton,” kata Ahmad dalam kesempatan yang sama. 

Sebanyak 308 ribu ton beras tersebut nantinya akan dilelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Harga yang ditetapkan pemerintah minimal Rp11.000 per kg.

“Nanti hasil lelang, siapa pemenang lelang, dia yang bisa mendapatkan beras tersebut,” ujarnya.

Stok beras sekitar 380 ribu ton tersebut rata-rata telah disimpan lebih dari sepuluh bulan. Sebagian bahkan telah berusia satu tahun hingga satu tahun tiga bulan. Namun, terdapat pula beras yang baru berusia sekitar enam bulan.

Beras yang telah lama disimpan tidak selalu menjadi masalah bagi industri tepung beras. Justru, sebagian pengusaha tepung beras lebih menyukai beras dengan usia simpan tertentu karena berkaitan dengan kadar amilosa yang sesuai dengan kebutuhan produksi.

“Biasanya pengusaha tepung beras justru semakin lama usia beras, semakin senang karena kadar amilosanya akan lebih sesuai dengan kebutuhannya,” kata Ahmad.

Sebaliknya, beras yang masih baru dengan kadar amilosa yang belum sesuai justru dapat ditolak oleh industri tepung beras.

“Kalau kadar amilosanya rendah, mereka justru tidak menerima. Beras yang masih baru malah tidak diterima,” ujarnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...