United Tractors Elektrifikasi Alat Berat, Uji Komatsu Hybrid di Tambang INDY
PT United Tractors Tbk (UNTR) mulai menjajaki pengembangan teknologi elektrifikasi alat berat demi mendukung efisiensi operasional dan menekan emisi di sektor pertambangan. UNTR menggandeng PT Komatsu Marketing & Support Indonesia untuk menguji truk tambang hybrid Komatsu HD785-7 berkapasitas 100 ton di area tambang PT Kideco Jaya Agung, anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) yang dioperasikan PT Pamapersada Nusantara (PAMA).
Manajemen United Tractors mengatakan uji lapangan ini merupakan pengembangan Komatsu HD785-7 Hybrid Extended-Range Electric Vehicle (EREV). Teknologi ini mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara baterai dapat diisi melalui sumber listrik eksternal maupun mesin yang berfungsi sebagai generator.
Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi karbon dalam operasional pertambangan.
“Konfigurasi ini dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan mendukung pengurangan emisi karbon dalam kegiatan operasional pertambangan,” tulis manajemen UNTR dalam keterangannya, dikutip Senin (26/10).
Salah satu kontraktor penambangan terbesar di Indonesia, PAMA, telah mengoperasikan lebih dari 3.000 unit Komatsu HD785-7 di berbagai proyek pertambangan untuk menguji kinerja dan daya tahan teknologi EREV dalam kondisi operasional tambang.
UNTR memilih tambang Kideco sebagai lokasi pengujian untuk mengumpulkan data kinerja Komatsu HD785-7 Hybrid EREV. Pengujian ini akan mengukur potensi teknologi tersebut dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar, produktivitas, keandalan alat berat, dan menekan biaya operasional.
Selain itu, manajemen UNTR juga mengatakan perusahaan akan menggunakan hasil evaluasi tersebut untuk menyempurnakan produk sebelum dipasarkan. Pengembangan teknologi EREV ini juga menjadi bagian dari upaya UNTR menjawab kebutuhan industri pertambangan akan alat berat yang mampu menjaga produktivitas dan efisiensi operasional sekaligus mengurangi emisi karbon.
Penjualan Alat Berat Tertekan
Di sisi lain, bisnis alat berat UNTR tertekan penjualan. Hingga Juli 2026, penjualan alat berat Komatsu turun 23% menjadi 2.393 unit. Penurunan terutama ditekan penjualan alat berat berukuran besar (big machine) untuk sektor pertambangan, yang merosot 49% menjadi 405 unit. Hal itu akibat berkurangnya alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional.
Sepanjang semester pertama 2026, pendapatan bersih segmen alat berat UNTR juga turun 28% menjadi Rp 15 triliun. Meski begitu, pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat tumbuh 1% menjadi Rp 5,5 triliun.
Demi memperkuat layanan purna jual dan rantai pasok, UNTR mengembangkan bisnis pendukung melalui anak usahanya. Bisnis tersebut mencakup layanan rekayasa (engineering), manufaktur komponen dan attachment alat berat, logistik maritim, dan pembuatan dan pemeliharaan kapal.
