Indeks Kepercayaan Industri Menguat 53,77 per Oktober 2026, Ditopang Makanan
Kinerja industri pengolahan nasional berada dalam posisi ekspansi pada Oktober 2026. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) berada di level 53,77 atau naik 1,84 poin dibandingkan dengan September 2026 yang berada di level 51,93.
Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko Suseno Agung Cahyanto mengatakan jika dibandingkan dengan Oktober 2025, IKI Oktober 2026 naik 0,27 poin. Eko juga menyebut IKI Oktober 2026 ini menjadi nilai tertinggi sejak Februari 2026.
“Angka ini menunjukkan sektor industri ada pada posisi ekspansi yang kuat,” kata Eko dalam Rilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober di Kantor Kemenperin, Jakarta pada Kamis (29/10).
Di samping itu, dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, 19 di antaranya tumbuh dengan sangat baik sementara 4 subsektor mencatat kontraksi. Pada Oktober 2026 ini, para pelaku usaha juga optimistis terhadap kondisi usahanya selama enam bulan ke depan. Adapun tingkat optimismenya mencapai 67,4%.
Menurut Eko, tingginya optimisme pelaku usaha ini karena dalam waktu dekat terdapat dua momen penting yang bisa meningkatkan utilisasi, yaitu momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Ramadan 2027.
“Kami akan menghadapi situasi Nataru dalam beberapa waktu ke depan, selanjutnya di awal tahun ada puasa dan hari raya, pelaku usaha melihat situasi ini merupakan peluang yang bisa meningkatkan utilisasi mereka,” kata Eko.
Ia menyebutkan sebanyak 27,1% pelaku usaha menyatakan kondisi usahanya stabil selama enam bulan mendatang. Angka ini naik 0,2% dibandingkan dengan persentase September 2026. Persentase pesimisme pelaku usaha terhadap kondisi usaha 6 bulan ke depan sebesar 5,5%, turun 0,3% dibandingkan dengan persentase September 2026.
“Kami berharap sama seperti yang diharapkan oleh pelaku usaha yang tergambar dalam respons IKI keyakinan pada kondisi ke depan ini akan semakin baik. Kami berharap situasi enam bulan ke depan tetap stabil sehingga optimisme pelaku usaha juga semakin baik,” kata Eko.
Permintaan terhadap Industri Minuman Meningkat
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar, Merrijantij Punguan Pintaria mengatakan IKI sektor industri minuman pada Oktober 2026 masih berada di fase ekspansi, melanjutkan kinerja positif bulan sebelumnya.
Merri mengatakan komponen pesanan baru masih ekspansi, didukung permintaan produk minuman yang tetap terjaga. Fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan dan cuaca lebih panas meningkatkan kebutuhan hidrasi masyarakat sehingga mendorong permintaan produk minuman. Di sisi lain, kebutuhan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) juga naik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penanganan bencana di Indonesia.
Selain itu, Merri juga mengatakan permintaan tetap terjaga mendorong pelaku usaha meningkatkan aktivitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini terlihat dari komponen produksi yang masih ekspansi, menunjukkan aktivitas produksi industri minuman tetap berjalan positif.
Ia menyebut komponen persediaan juga masih ekspansi dan menunjukkan kesiapan pelaku industri menjaga ketersediaan produk. Hal itu untuk memenuhi permintaan pasar yang tetap tinggi dan mengantisipasi kebutuhan pada periode mendatang.
Merri juga menyebut kinerja positif IKI industri minuman sejalan dengan indikator sektoral lainnya. PMI-BI untuk industri makanan dan minuman pada Triwulan III 2026 sebesar 55,03 dan berada di fase ekspansi, meningkat dibandingkan Triwulan II 2026 yang sebesar 54,05. Sejalan dengan kondisi tersebut, pelaku industri juga menunjukkan tingkat optimisme yang tinggi terhadap prospek usaha ke depan.
“Sebagian besar responden menyatakan kondisi usaha akan membaik pada periode mendatang, seiring masih terjaganya permintaan pasar dan aktivitas ekonomi domestik,” kata Merri.
