Amerika Serikat Sediakan Tes Covid-19 Gratis Mulai Pekan Depan
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan bakal memberikan tes Covid-19 gratis kepada warganya mulai 19 Januari 2021. Setiap rumah tangga AS dapat memesan empat tes Covid-19 di rumah gratis melalui situs web COVIDTests.gov.
Paket tes gratis tersebut bertujuan untuk mengurangi kekurangan tes Covid-19 di seluruh negeri. Ini menyusul tingginya permintaan tes Covid-19 selama penyebaran varian Omicron yang berlangsung cepat. Adapun waktu pengiriman berlangsung antara tujuh hingga 12 hari setelah pemesanan, sebagaimana disampaikan Gedung Putih pada Jumat (14/1).
"Pemerintah AS telah mengontrak lebih dari 420 juta tes," kata Gedung Putih, dilansir dari Reuters, Sabtu (15/1).
Presiden AS, Joe Biden telah berjanji untuk mengadakan satu miliar tes Covid-19 gratis untuk orang Amerika. Ke depan, jumlah pemesanan diharapkan bisa lebih besar.
"Kami tidak mengatakan kami berhenti di situ," kata seorang pejabat senior pemerintah kepada wartawan melalui panggilan konferens.
Pemerintah juga berencana meluncurkan saluran telepon untuk orang-orang yang tidak memiliki akses ke web untuk memesan tes. Setelah dipesan, tes akan dikirim ke rumah tangga AS oleh Layanan Pos AS. Setiap rumah tangga dibatasi dan hanya boleh memesan empat pesanan tes.
Presiden Serikat Pekerja Pos Amerika, Mark Dimondstein mengatakan serikat pekerja telah setuju untuk mengizinkan USPS menggunakan hingga 7.000 pekerja sementara. Nantinya, pekerja akan bertugas memberi label dan mengemas alat uji di 43 fasilitas yang ada. Banyak dari mereka adalah pekerja sambilan untuk proyek tersebut.
"Kit dapat dikirimkan ke sebanyak 160 juta alamat AS. USPS telah membawa beberapa mesin pelabelan. Kami berangkat dan berlari,” kata Dimondstein.
Pemerintahan Biden telah mengontrak lebih dari 420 juta tes dan kontrak tambahan akan diberikan selama beberapa minggu mendatang, kata Gedung Putih. Sekitar US$ 4 miliar harus dikeluarkan pemerintah AS untuk menutupi 500 juta tes pertama yang dijanjikan Biden, menurut pejabat pemerintah.
AS harus menghadapi tsunami Covid-19 di awal tahun 2022. Negeri Paman Sam itu mencatat 1,08 juta tambahan kasus per Senin (3/1). Angka ini mencetak rekor global untuk tambahan kasus tertinggi dalam sehari.
Melonjaknya kasus Covid-19 di AS terjadi di tengah penyebaran varian Omicron. Tambahan kasus baru itu membuat rata-rata kasus Covid-19 di AS naik jadi 480.273 kasus dengan 1.200 kematian dalam sehari. Angka harian itu juga menjadikan total kasus yang dikonfirmasi di AS sejak awal pandemi menjadi 56,2 juta kasus. Secara total, virus tersebut telah menyebabkan setidaknya 827.748 kematian di seluruh pelosok AS.
Saat ini, memerangi pandemi menjadi salah satu prioritas utama Biden. Meningkatnya kasus Covid-19 membuat Biden semakin gigih untuk membuktikan janjinya menekan pandemi di Negeri Paman Sam, setahun terakhir sejak dia menjabat. Biden berjanji untuk melakukan pekerjaan lebih baik dalam menjinakkan virus daripada pendahulunya, mantan Presiden Donald Trump. .
Di sisi lain, kritikus mengatakan langkah pemerintah AS untuk fokus mendorong warganya divaksinasi belum cukup untuk menyadarkan masyarakan memakai masker dan melakukan tes.
Sementara itu, mengutip Forbes, disebutkan kalau mulai Sabtu (15/1) perusahaan swasta diminta untuk menanggung delapan tes Covid-19 gratis per pelanggan setiap bulannya. Itu menjadi kebijakan baru dari pemerintah. Di mana, penganggung alias asuransi dapat membayar tes Covid-19 langsung di apotek atau mengganti uang pelanggan yang membayar biaya tes sendiri.
Sebelumnya, pemerintahan Biden sempat mendapat kritikan lantaran kurangnya tes Covid-19 di Negeri Paman Sam tersebut. Di mana, permintaan untuk tes PCR maupun tes antigen melonjak bulan lalu, khususnya setelah virus Corona varian Omicron menyebar cepat.
Antrean berjam-jam juga terjadi di beberapa lokasi tes Covid-19 di beberapa kota, seperti Amazon dan Walmart. Selama prosesnya, jumlah pengujian atau tes Covid-19 dibatasi per pelanggan. Bahkan, ditemukan juga beberapa penjual yang menaikkan harga tes mereka.
