IMF: Larangan Ekspor Beras India Berpotensi Picu Inflasi Harga Pangan

Happy Fajrian
27 Juli 2023, 08:35
larangan ekspor beras india, inflasi, imf
ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/aww.
Buruh pelabuhan bersiap menurunkan sejumlah karung beras impor dari Vietnam dari atas kapal di Pelabuhan Multiguna, Tenau Kupang,NTT, Sabtu (20/5/2023).

International Monetary Fund (IMF) menilai langkah India untuk membatasi ekspor jenis beras tertentu dapat memperburuk inflasi harga pangan dan harus segera dibatalkan.

Kepala ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan bahwa pembatasan ekspor beras India akan memiliki efek yang sama dengan penangguhan kesepakatan ekspor biji-bijian Laut Hitam Ukraina, mengerek harga di negara lain. Harga biji-bijian global bisa naik 10-15% tahun ini.

“Dalam kondisi saat ini, jenis pembatasan seperti ini cenderung memperburuk volatilitas harga pangan di seluruh dunia dan juga dapat memicu tindakan pembalasan dari negara lain,” ujar Gourinchas seperti dikutip Reuters, Kamis (27/7).

Dia mengatakan bahwa IMF mendorong penghapusan kebijakan pembatasan ekspor seperti ini karena berbahaya secara global.

Minggu ini, harga beras yang diekspor dari Vietnam, pengekspor terbesar ketiga dunia setelah India dan Thailand, melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade di tengah meningkatnya kekhawatiran pasokan akibat El Nino.

Beras pecah pecah 5% Vietnam ditawarkan dengan harga US$ 515-525 per metrik ton, tertinggi sejak 2011. Varietas parboiled pecah 5% India melayang mendekati puncak lima tahun pada US$ 421-428 per metrik ton.

“Pembeli mungkin pindah ke Thailand dan Vietnam, tetapi beras pecah 5% mereka bisa mencapai harga US$ 600 per metrik ton,” kata seorang pedagang Eropa. ”Cina dan Filipina, yang umumnya membeli beras Vietnam dan Thailand, akan dipaksa membayar harga yang jauh lebih tinggi,” kata dealer Eropa lainnya.

Halaman:

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...