Elon Musk Bakal Sediakan Internet untuk Organisasi Bantuan di Gaza
CEO Space X dan Tesla, Elon Musk menyatakan bakal mendukung saluran komunikasi di Gaza melalui layanan satelit Starlink bagi organisasi bantuan yang diakui secara internasional.
Bantuan ini dilakukan orang terkaya di dunia lantaran Israel melakukan pemutusan saluran komunikasi di Gaza sejak Jumat (27/10) lalu.
Dalam unggahannya di media sosial X, Musk menyebut saat ini tidak jelas siapa yang memiliki otoritas untuk jalur darat di Gaza. Namun, pemadaman telepon dan internet yang terjadi makin menghambat bantuan operasi penyelamatan jiwa yang dilakukan organisasi internasional dan mencegah kontak dengan staf mereka di lapangan.
Meski begitu, pihak Space X belum merespons lebih lanjut bagaimana mereka akan memastikan koneksi Starlink digunakan oleh organisasi bantuan dan bukan oleh kelompok militan Palestina Hamas, yang menguasai Jalur Gaza.
Menanggapi postingan Musk di X, Menteri Komunikasi Israel Shlomo Karhi mengatakan Israel akan menggunakan segala cara untuk melawan hal ini. Israel menuding, kelompok Hamas malah akan menggunakannya untuk kegiatan terorisme.
"Mungkin Musk bersedia mengkondisikannya dengan membebaskan bayi, putra, putri, orang lanjut usia yang kami culik. Semuanya! Saat itu, kantor saya akan memutuskan hubungan apa pun dengan Starlink," seperti dikutip dari Reuters, Minggu (29/10).
Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada bulan Februari 2022, satelit Starlink dilaporkan sangat penting untuk menjaga konektivitas internet di beberapa wilayah meskipun ada upaya gangguan dari Rusia.
Sejak itu, Musk mengatakan dia menolak memperluas cakupan wilayah Krimea yang diduduki Rusia, dan menolak mengizinkan satelitnya digunakan untuk serangan Ukraina terhadap pasukan Rusia di sana.