Media Asing Soroti Prabowo Unggul Sementara: Efek Jokowi dan Gemoy
Media asing membahas soal Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka yang unggul menurut hitung cepat alias quick count dan real count sementara KPU. Mereka menyoroti soal efek Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan strategi 'gemoy'.
BBC melaporkan banyak pemilih di Indonesia yang kecewa dengan ketiga kandidat Pilpres 2024. “Kesulitan dalam pemilu kali ini adalah tidak ada pilihan yang jelas mengenai permasalahan yang ada, sehingga tantangan bagi kami para pemilih yakni memilih pilihan yang paling tidak terburuk,” kata pengusaha di Jakarta Pusat.
Namun seorang pemilih lain yang tinggal di Jerman menilai Indonesia benar-benar membutuhkan sosok yang kuat. “Prabowo bisa menjadi presiden yang baik,” katanya.
BBC menyebut Prabowo Subianto mengubah citranya dari seorang tentara yang cerewet, menjadi negarawan tua yang avuncular dan sedikit lucu. Hal ini terbukti sangat efektif, khususnya bagi generasi muda Indonesia yang hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang masa lalu kontroversial Prabowo.
Sebagai anggota dan kemudian menjadi komandan pasukan khusus elit Indonesia, Prabowo dituduh melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia atau HAM yang serius selama pendudukan di Timor Timur.
Ia dituduh memerintahkan penculikan dan penyiksaan terhadap aktivis mahasiswa pada hari-hari terakhir rezim Suharto pada 1990-an.
Sementara itu, CNN melaporkan tentang perbedaan sikap Prabowo pada Pemilu 2024 dan 2019. Media yang berbasis di Amerika ini menyinggung soal adanya kerusuhan setelah Prabowo kalah melawan Jokowi saat itu.
Lalu Al Jazeera juga membahas soal perubahan strategi Prabowo. “Dia menargetkan demografi yang lebih muda dengan mengubah citra melalui tokoh-tokoh kartun, sebagai seorang ‘paman’ yang menggemaskan,” kata Dosen politik senior di Pusat Penelitian Indo-Pasifik Universitas Murdoch di Australia Ian Wilson.
“Strategi itu membuat semacam keraguan atas catatan HAM Prabowo, yang bagi sebagian besar generasi muda merupakan ‘sejarah kuno’,” Ian menambahkan.
Media itu melaporkan bahwa Prabowo diberhentikan secara tidak hormat pada 1998 setelah muncul tuduhan menculik dan menyiksa lawan politik Soeharto ketika rezimnya runtuh.
Prabowo juga dituduh melakukan pelanggaran HAM di Timor Timur, yang memperoleh kemerdekaan dari Indonesia di tengah runtuhnya rezim Soeharto.
Al Jazeera juga menyinggung soal efek Jokowi atas potensi kemenangan Prabowo – Gibran. Media yang berbasis di Doha, Qatar ini menyampaikan bahwa pasangan ini berjanji meneruskan kebijakan-kebijakan Jokowi.
Mereka akan mewarisi perekonomian yang tumbuh sedikit di atas 5% tahun lalu, serta serangkaian proyek infrastruktur ambisius, termasuk pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan.
Al Jazeera menyoroti soal tuduhan Presiden Jokowi membangun dinasti politik lewat putranya Gibran.
“Kemenangan ini menandai tindakan terakhir dalam transformasi politik Jokowi: dari orang luar (partai) yang rendah hati dan calon reformis menjadi operator politik cerdas yang memimpin kemunduran demokrasi selama bertahun-tahun dan pendiri dinasti politik baru yang dituduh memberikan pengaruh dalam pemilu,” kata Associate Fellow untuk Asia Tenggara di Centre for Strategic and International Studies Andreyka Natalegawa.
“Meskipun Jokowi akan meninggalkan jabatan pada Oktober, sangat jelas bahwa ia akan tetap menjadi tokoh sentral dalam politik Indonesia di tahun-tahun mendatang,” Andreyka menambahkan.
Sementara itu, The Guardian melaporkan bahwa kemenangan Prabowo versi quick count dan real count sementara menimbulkan ketakutan di kalangan aktivis.
Media yang berbasis di Inggris itu menyampaikan bahwa kalangan aktivitas takut bahwa akuntabilitas atas kekejaman di masa lalu akan semakin memudar di bawah kepemimpinan Prabowo dan kurang memperhatikan HAM.
“’Musim dingin’ akan datang, apapun namanya,” kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid “Tetapi perjuangan harus terus berlanjut. semua pelaku harus diadili.”
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI Muhammad Isnur mengatakan terpilihnya Prabowo mungkin menyakitkan bagi keluarga orang-orang yang hilang pada 1998.
“Hasilnya sesuai prediksi kami. Tapi kami masih kecewa,” ujar Isnur. “Terlalu banyak manipulasi yang rumit yang menunjukkan keterlibatan Jokowi dalam pemilu. Dia telah mengerahkan segalanya. Makanya hasilnya bisa ditebak.”
Pengacara di bidang HAM yang tinggal di Australia Veronica Koman menyampaikan di Twitter atau X bahwa banyak warga Indonesia yang ingin pindah karena Prabowo menang.