Dewan Keamanan PBB Lakukan Pertemuan, Bahas Serangan Iran ke Israel

Mela Syaharani
14 April 2024, 11:16
Dewan Keamanan PBB Lakukan Pertemuan, Bahas Serangan Iran ke Israel
UN Photo/Evan Schneider
Ilustrasi pertemuan Dewan Keamanan PBB
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan mengadakan pertemuan pada hari Minggu (14/4). Pertemuan ini direncanakan setelah Israel meminta dewan untuk mengutuk serangan Iran ke Israel dan menetapkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.

Reuters melaporkan pertemuan tersebut akan berlangsung pada pukul 16.00 ET (2000 GMT), menurut jadwal yang dirilis pada hari Sabtu (13/4).

Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan, meminta dewan untuk mengadakan pertemuan darurat dalam sebuah surat pada hari Sabtu kepada presiden dewan. Surat tersebut diunggah oleh Erdan melalui akun X miliknya pada Minggu (14/4) pukul 7.44 WIB.

"Serangan Iran merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan global dan saya berharap Dewan menggunakan segala cara untuk mengambil tindakan nyata terhadap Iran," tulis Erdan dalam sebuah postingan di X.

Tidak hanya itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari ini juga sedang berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden terkait serangan ini.

“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat ini sedang berbicara dengan Presiden AS Joe Biden, menyusul pembahasan kabinet keamanan (security cabinet) dan kabinet perang (war cabinet),” tulis akun resmi @IsraeliPM pada Minggu (14/4) pukul 8.41 WIB.

Sebagai informasi, Iran telah meluncurkan puluhan serangan drone ke wilayah Israel. Serangan ini terjadi setelah pernyataan Iran yang akan membalas serangan yang terjadi di fasilitas diplomatiknya di Ibu Kota Suriah, Damaskus pada 1 April lalu. 

Anadolu melaporkan Iran telah mengonfirmasi serangan tersebut. IRGC menyatakan bahwa militer menembakkan puluhan drone dan rudal ke arah Israel sebagai tanggapan atas banyak kejahatan yang dilakukan Israel, termasuk serangan pekan lalu terhadap bagian konsuler Kedutaan Besar Iran di Damaskus. 

Juru bicara militer Daniel Hagari mengatakan serangan Iran ke Israel menandai peningkatan perang yang telah berlangsung lama antara musuh-musuh regional tersebut. Menurutnya, serangan pesawat nirawak dari Iran membutuhkan waktu beberapa jam untuk bisa sampai ke Israel. 

Makanya, Israel mampu menghalau serangan tersebut sebelum masuk ke wilayahnya. "Kami bekerja sama erat dengan Amerika Serikat dan mitra kami di kawasan untuk bertindak melawan peluncuran tersebut dan mencegatnya," kata Hagari seperti dilansir AFP, Minggu (14/4). 

Menurut media Israel, Channel 12, setidaknya 100 serangan yang diluncurkan Iran ke Israel. Serangan ini tidak semuanya dilakukan langsung dari Iran, beberapa serangan diluncurkan dari Suriah dan Yordania. 

Sebelumnya, Iran memang telah mengancam akan menyerang Israel. Ini dilakukan sebagai balasan atas serangan yang dituding dilakukan Israel terhadap konsulat Iran di Suriah pada 1 April lalu. 

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran, termasuk dua jenderal penting. Menurut Iran, serangan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional dan Konvensi Wina. 

Israel memang telah beberapa kali melakukan sejumlah serangan terhadap sasaran Iran di Suriah dalam beberapa bulan terakhir. Namun, untuk serangan kali ini, Israel belum secara resmi mengaku bertanggung jawab.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...