Indonesia Kirim Paket Bantuan untuk Korban Gempa Myanmar Senilai Rp20 Miliar

Muhamad Fajar Riyandanu
3 April 2025, 13:07
Menteri Luar Negeri Sugiono melepas paket bantuan untuk korban gempa Myanmar
Kementerian Luar Negeri
Menteri Luar Negeri Sugiono melepas paket bantuan untuk korban gempa Myanmar
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa yang melanda Myanmar. Upacara Pelepasan Bantuan Kemanusiaan berlangsung di Base Ops Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Kamis (3/4).

Total bantuan masing-masing 64 ton dari swasta dan 60 ton dari pemerintah senilai US$ 1,2 juta atau sekitar Rp 20,1 miliar berupa obat-obatan, alat sanitasi, dan bahan pokok. Adapun bantuan sekitar 20 ton sudah tiba di Myanmar.

Pemerintah juga mengirimkan 157 orang dari tim Search and Rescue (SAR) dan Emergency Medical Teams (EMT) ke lokasi kejadian untuk membantu penanggulangan bencana. Adapun sebanyak 69 personel dari tim SAR dan EMT berangkat dalam kloter ke-3 untuk melanjutkan misi bantuan.

Beberapa lembaga pemerintah juga terlibat dalam misi ini, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan Badan Amil Zakat Nasional atau dan Baznas.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan pengiriman bantuan ini merupakan bentuk solidaritas rakyat Indonesia kepada rakyat Myanmar yang terdampak gempa bumi pada 28 Maret lalu.

“Pemerintah Indonesia berharap bantuan berisi obat-obatan, alat sanitasi, dan kebutuhan pokok dari masyarakat Indonesia tersebut dapat membantu meringankan beban penderitaan rakyat Myanmar yang terdampak,” kata Sugiono dalam siaran pers, Kamis (3/4).

Sugiono menambahkan bahwa diplomasi kemanusiaan Indonesia didasari semangat kemanusiaan dan solidaritas sesama anggota ASEAN. Pemberian bantuan ini juga mengedepankan aspek inklusivitas bagi semua yang terdampak di Myanmar.

Pemerintah Indonesia juga sebelumnya telah mengirimkan 61 petugas Indonesia Search and Rescue (INASAR) pada 1 April lalu untuk misi kemanusiaan gempa di Myanmar dan Thailand. Langkah ini menanggapi permohonan Pemerintah Myanmar yang mengajukan permintaan bantuan kepada masyarakat internasional untuk membantu penanggulangan bencana alam akibat gempa bumi pada 28 Maret 2025.

Pusat gempa di Myanmar berkekuatan 7,7 skala Richter, berjarak 13 km arah barat laut dari Kota Sagaing, dengan gempa susulan di dua kota terbesar di Myanmar, yakni Mandalay dan ibu kota Nay Pyi Taw.

Berdasarkan data sementara hingga 3 April terdapat 2.886 korban jiwa, 4.639 luka-luka akbiat dampak bencana gempa bumi. Sementara masih ada kurang lebih 300 orang yang dinyatakan hilang.

Terkait potensi korban WNI di Myanmar, Sugiono menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada korban teridentifikasi WNI. “Berdasarkan pemantauan dan laporan yang disampaikan oleh KBRI di Myanmar, sejauh ini belum ada laporan korban WNI. Kita harap seluruh WNI yang ada di sana dalam kondisi yang baik,” ujarnya.

Indonesia sebelumnya juga pernah memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Myanmar ketika terdampak Siklon Mocha pada 24 Juni 2023 silam. Saat itu, bantuan yang dikirimkan seberat 45 ton dengan estimasi nilai sebesar Rp 7,7 miliar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...