Presiden Cina soal Tarif Trump: Tidak Ada Pemenang Dalam Perang Dagang

Image title
11 April 2025, 15:58
presiden, xi jinping, perang dagang
ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/M Risyal Hidayat/wsj.
Presiden China Xi Jinping (kedua kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi yang juga sebagai Ketua Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara G20 Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Gubernur Bali I Wayan Koster (kanan) setibanya di Terminal VVIP I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Senin (14/11/2022).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemimpin Cina Xi Jinping mengatakan negaranya 'tidak takut' menghadapi perang dagang yang menghancurkan pasar internasional dan memicu kekhawatiran resesi global.

"Tidak ada pemenang dalam perang dagang, dan melawan dunia hanya akan menyebabkan isolasi diri," kata Xi kepada Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez di Beijing seperti dikutip CNN, Jumat (11/4).

Menurutnya, selama ini pembangunan negara Cina bergantung pada kemandirian dan kerja keras. Selama lebih dari 70 tahun, tidak pernah bergantung pada pemberian orang lain dan tidak takut akan penindasan yang tidak adil.

"Terlepas dari bagaimana lingkungan eksternal berubah, Tiongkok akan tetap percaya diri, tetap fokus, dan berkonsentrasi pada pengelolaan urusannya sendiri dengan baik," jelasnya.

Sebelumnya, Dalam manuver politik dan ekonomi yang mengejutkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (9/5/2025) waktu setempat mengumumkan penundaan sementara selama 90 hari atas tarif tinggi yang baru saja diberlakukannya terhadap puluhan negara, kecuali untuk China yang justru dinaikkan menjadi 125%.

Keputusan mendadak ini langsung mendorong indeks saham utama AS melonjak tajam dan membawa angin segar ke pasar keuangan global yang sempat dilanda kekacauan.

Langkah mundur ini terjadi kurang dari 24 jam setelah tarif tinggi tersebut resmi diberlakukan. Keputusan Trump dilatarbelakangi oleh gejolak pasar yang sangat dramatis - volatilitas paling tajam sejak masa-masa awal pandemi Covid-19.

Triliunan dolar menguap dari bursa saham dunia, sementara lonjakan tiba-tiba pada imbal hasil obligasi pemerintah AS menarik perhatian Gedung Putih.

Namun, Cina tak tinggal diam. Cina pun memberikan pembalasan tarif sebesar 84 persen atas produk-produk AS. Tarif balasan Cina mulai diberlakukan pada Kamis (10/4) atas produk-produk AS.

Kenaikan tarif atas produk AS disampaikan langsung oleh Kementerian Keuangan China yang mengatakan mulanya tarif 34 persen kini naik menjadi 84 persen.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...