Dubes Cina Apresiasi 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Siap Perkuat Kemitraan Global
Duta Besar Cina untuk Indonesia, Wang Lutong, mengapresiasi hubungan baik yang telah terjalin antara Indonesia dan Cina. Menurut Wang, selama 75 tahun sejak hubungan diplomatik kedua negara dibangun, relasi bilateral berkembang pesat.
Ia menyatakan, hubungan erat antara Indonesia dan Cina ditandai dengan adanya konsensus penting dalam memperdalam kerja sama strategis yang komprehensif. Dalam dua kali kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Cina dan pembicaraan mendalam dengan Presiden Cina Xi Jinping, kedua negara telah sepakat membangun komunitas Indonesia–Tiongkok dengan masa depan bersama yang berdampak secara regional dan global.
“Kami telah menyiapkan mekanisme dialog menteri luar negeri dan pertahanan (2+2), dengan pertemuan menteri pertama akan berlangsung dalam beberapa hari,” ujar Wang dalam perayaan 75 tahun hubungan diplomatik RI–Cina di Jakarta, Kamis (17/4) malam.
Lebih lanjut, Wang mengatakan Indonesia dan Cina juga telah sepakat untuk mengejar keuntungan bersama dan membuka dinamika pembangunan baru. Ia menyebut kerja sama ekonomi dan perdagangan menjadi penyeimbang utama dalam hubungan kedua negara.
Menurut Wang, selama 12 tahun berturut-turut, Cina menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Merek kendaraan listrik asal Tiongkok seperti BYD, Wuling, dan Chery dinilai turut mendorong transformasi hijau. Pada saat yang sama, nilai perdagangan bilateral juga meningkat pesat, dengan capaian US$ 147,8 miliar pada 2023.
“Praktik merencanakan bersama, membangun bersama, dan berbagi bersama ini telah menetapkan standar tinggi bagi kerja sama pembangunan negara-negara berkembang,” ujar Wang.
Wang juga menyoroti pentingnya pertukaran budaya dalam mempererat hubungan kedua negara. Ia mencatat, pada 2024 sebanyak 1,43 juta wisatawan Cina berkunjung ke Indonesia.
Pertukaran antar lembaga akademik dan mahasiswa pun diyakini menjadi wadah penting untuk mempererat kerja sama jangka panjang. “Interaksi lintas budaya ini telah sangat mengakar dalam rasa kasih sayang sebagai negara tetangga,” ujarnya.
Hadapi Gejolak Ekonomi Global Bersama
Wang menyebut eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Cina juga tercermin dalam kesamaan sikap dalam membangun tatanan ekonomi dan politik global yang setara. Pemerintah Cina, kata dia, menyambut baik rencana bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS untuk mendorong kerja sama yang lebih berkualitas.
Menurut Wang, saat ini dunia sedang menghadapi tekanan dari sejumlah pihak yang ingin mendominasi bidang ekonomi dan geopolitik. Meski demikian, ia optimistis bahwa kerja sama yang kuat antara Cina dan Indonesia serta dengan negara-negara lain akan bermanfaat bagi kelangsungan sistem perdagangan multilateral.
“Tiongkok siap berdiri bersama Indonesia untuk secara tegas melindungi hak dan kepentingan sah kedua negara serta masyarakat internasional,” katanya.
Ia menambahkan, hubungan Cina dengan negara-negara tetangganya saat ini berada dalam kondisi terbaik di era modern. Cina, menurut Wang, akan bertindak berdasarkan visi bersama tentang dunia yang damai, aman, makmur, indah, dan bersahabat.
“Dalam momentum 75 tahun hubungan diplomatik ini, Tiongkok siap bekerja sama dengan Indonesia untuk memperdalam pembangunan komunitas dengan masa depan bersama,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wang menegaskan komitmen pemerintah Cina untuk meningkatkan koordinasi strategis dan memperkuat lima pilar kerja sama di bidang politik, ekonomi, budaya, maritim, dan keamanan. Ia juga menyinggung komitmen berkelanjutan untuk mendukung proyek strategis seperti pembangunan kereta cepat Whoosh.
