Istana Sebut Tiga Sikap Indonesia soal Konflik Israel - Iran, Imbau Setop Agresi

Muhamad Fajar Riyandanu
16 Juni 2025, 13:31
Iran, israel, istana
Katadata/Ryandanu
Hasan Nasbi menjabat kembali sebagai Kepala PCO mulai Selasa 6 Mei 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Istana Kepresidenan turut menyampaikan sikap terkait peristiwa konflik bersenjata antara Israel dan Iran yang mulai memanas pada Jumat, 13 Juni lalu. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, menyampaikan Presiden Prabowo selalu menyerukan tiga hal dalam menyikapi perang.

Tiga sikap tersebut yakni mengecam tindakan agresi atau penyerangan terhadap negara lain, mendorong penghentian konflik atau gencatan senjata sesegera mungkin, dan menyerukan penyelesaian melalui jalur damai lewat diplomasi dan hukum internasional.

“Jadi di manapun terjadi konflik, agresi militer, dan di manapun terjadi invasi, pemerintah kita secara konsisten menyerukan tiga hal itu,” kata Hasan saat menggelar konferensi pers di Kantor Komunikasi Kepresidenan, Gedung Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada Selasa, (6/5).

Hasan menekankan, Indonesia tidak akan mengubah haluan dalam sikap yang memihak salah satu kubu dalam konflik bersenjata di manapun. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan masuk dan bergabung dalam blok militer dan pertahanan tertentu.

“Termasuk dalam soal Israel dan Iran. Jadi kita tidak akan kemana-mana, kita akan selalu dalam tiga kondisi yang seperti itu,” ujar Hasan.

Iran membalas serangan Israel dengan mengerahkan lebih dari 100 pesawat nirawak (drone) pada Jumat (13/6). Serangan ini balasan aksi Israel ke sejumlah wilayah Iran, antara lain Natanz, wilayah pemukiman dan kawasan militer di Teheran serta kawasan fasilitas nuklir di Iran pada hari serupa dini hari.

Iran juga melepaskan sejumlah rudal balistik. Ledakan terjadi di langit di atas Yerusalem dan Tel Aviv serta mengguncang gedung-gedung di bawahnya.

Israel lebih dulu melancarkan serangan ke jantung struktur nuklir dan militer Iran pada Jumat (13/6) dini hari, dengan mengerahkan pesawat tempur dan pesawat tanpa awak yang sebelumnya diselundupkan ke negara itu.

Serangan tersebut menyerang fasilitas-fasilitas penting dan membunuh para ilmuwan dan jenderal senior, salah satunya Komandan Baru Korps Garda Revolusi Islam, Hossein Salami. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...