Kepala Intelijen AS Pernah Sebut Iran Tak Bangun Senjata Nuklir, Dibantah Trump

Tia Dwitiani Komalasari
22 Juni 2025, 10:38
Presiden AS Donald Trump mendengarkan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani (tidak terlihat) berpidato dalam jamuan makan malam kenegaraan di Istana Lusail di Lusail, Qatar, 14 Mei 2025.
REUTERS/Brian Snyder
Presiden AS Donald Trump mendengarkan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani (tidak terlihat) berpidato dalam jamuan makan malam kenegaraan di Istana Lusail di Lusail, Qatar, 14 Mei 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah kesaksian dari Ditrektur Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard, yang menyatakan bahwa Iran tidak membangun senjata nuklir. Pernyataan Gabbard yang di depan konres AS pada 25 Maret 2025 itu juga menerangkan jika Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tidak mengesahkan kembali program senjata nuklir negara itu yang ditangguhkan.

Namun Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa pernyataan tersebut salah. Pada Selasa (17/6), Trump mengatakan kepada wartawan, "Saya tidak peduli" bahwa temuan komunitas intelijen bertentangan dengan klaimnya sendiri. Trump bersikukuh mengatakan bahwa Iran berada pada tahap akhir pengembangan senjata nuklir.

Namun Trump melangkah lebih jauh saat berbicara pada Jumat (20/6). Saat itu seorang wartawan bertanya, "Intelijen apa yang Anda miliki bahwa Iran sedang membangun senjata nuklir? Komunitas intelijen Anda mengatakan mereka tidak memiliki bukti."

Trump kemudian mengatakan "Kalau begitu komunitas intelijen saya salah. Siapa di komunitas intelijen yang mengatakan itu?" ujarnya dikutip dari BBC, Minggu (22/6).

"DNI [direktur intelijen nasional] Anda, Tulsi Gabbard," jawab wartawan itu.

"Dia salah," kata Trump.

Usai pernyataan itu, Gabbard kemudian membela Trump. Dia meralat pernyataannya sendiri.

"Amerika memiliki informasi intelijen bahwa Iran sudah berada pada titik di mana mereka dapat memproduksi senjata nuklir dalam beberapa minggu hingga bulan, jika mereka memutuskan untuk menyelesaikan perakitan," tulisnya dalam sebuah posting media sosial.

"Presiden Trump telah menjelaskan bahwa itu tidak mungkin terjadi, dan saya setuju."

Namun, pernyataan itu tidak bertentangan dengan penilaiannya sebelumnya bahwa Iran tidak sedang membangun senjata. Tidak ada penilaian intelijen AS yang diketahui yang menyimpulkan bahwa Iran sedang mempersenjatai program nuklirnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...