Pesawat Jet Angkatan Udara Bangladesh Jatuh di Sebuah Sekolah, 27 Orang Tewas

Ameidyo Daud Nasution
22 Juli 2025, 14:34
Pasukan angkatan udara Bangladesh mengangkat puing pesawat jet yang jatuh menimpa sebuah gedung di Milestone School and College di Dhaka, Bangladesh, pada Selasa (22/7).
REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Pasukan angkatan udara Bangladesh mengangkat puing pesawat jet yang jatuh menimpa sebuah gedung di Milestone School and College di Dhaka, Bangladesh, pada Selasa (22/7).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sebuah jet milik Angkatan Udara Bangladesh jatuh menimpa sebuah kampus di ibu kota Dhaka pada Senin (21/7) dan menewaskan sedikitnya 27 orang. Sebagian besar korban meninggal merupakan anak-anak.

Kecelakaan tersebut terjadi di kampus Milestone School and College, Diabari, Dhaka utara. Kecelakaan tersebut juga melukai 171 orang lainnya, sebagian besar adalah mahasiswa.

Para mahasiswa sedang menghadiri kelas sore ketika jet BAF F7 menabrak kampus dua lantai itu sekitar pukul 13.18 waktu setempat. Mengutip pernyataan militer Bangladesh, pesawat jatuh setelah mengalami kerusakan mekanis.

"(Pilot) berusaha keras untuk mengalihkan pesawat dari daerah padat penduduk ke lokasi yang lebih jarang penduduknya," kata militer Bangladesh dikutip dari CNN, Selasa (22/7). Pilot tersebut merupakan salah satu korban tewas.

Asisten Khusus Penasihat Utama Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga, Dr. Md Sayedur Rahman mengatakan sebanyak 25 anak-anak tewas dalam kejadian ini. Sedangkan 78 orang menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di Dhaka.

Video dari Channel 24 Bangladesh menunjukkan asap mengepul saat petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke lokasi kecelakaan. Sedangkan petugas penyelamat menyisir reruntuhan bangunan.

Pemerintah Bangladesh mengumumkan hari berkabung akibat kecelakaan tersebut. Sedangkan otoritas setempat juga telah memulai menginvestigasi penyebab jatuhnya pesawat.

"Saya berdoa agar para korban luka segera pulih dan mengarahkan otoritas terkait, termasuk rumah sakit, untuk menangani situasi ini sebagai prioritas utama," kata pemimpin Bangladesh, Muhammad Yunus.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...