Pemerintah Bersiap Evakuasi WNI Bila Konflik Thailand - Kamboja Memburuk

Muhamad Fajar Riyandanu
25 Juli 2025, 14:43
Kuil Wat Arun terlihat saat senja di tepi Sungai Chao Phraya di Bangkok, Thailand, Kamis (9/12/2021). Gambar diambil (9/12/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha/hp/sa.
ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha/hp/sa.
Kuil Wat Arun terlihat saat senja di tepi Sungai Chao Phraya di Bangkok, Thailand, Kamis (9/12/2021). Gambar diambil (9/12/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha/hp/sa.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah tengah menyiapkan mitigasi untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) jika situasi konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja makin memburuk nantinya. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan fokus utama pemerintah saat ini adalah keselamatan WNI yang tinggal di Thailand dan Kamboja.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan WNI di sana aman dan termonitor, termasuk menyiapkan mitigasi,” kata Prasetyo Hadi di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat (25/7).

Pemerintah berharap konflik antara Thailand dan Kamboja tidak semakin memanas karena bisa memunculkan dampak ikutan ke Indonesia. Meski begitu, Prasetyo menekankan Pemerintah Indonesia menghindari untuk berkomentar soal situasi politik lokal di negara lain.

“Pemerintah sebisa mungkin menghindari untuk menyampaikan pendapat yang berkenaan dengan kebijakan politik atau kejadian di negara lain,” ujarnya.

Terkait pengawasan WNI, pemerintah secara intensif membuka jalur komunikasi dengan warga negara Indonesia melalui kedutaan besar. “Sehingga kalau terjadi sesuatu pemerintah bisa mendeteksi dan bisa dengan cepat melakukan penanganan,” kata Politisi Partai Gerindra tersebut.

Situasi Asia Tenggara memanas usai Thailand melancarkan serangan udara ke dua kawasan fasilitas militer Kamboja di Provinsi Ubon Ratchathani. Provinsi tersebut masuk dalam wilayah Thailand yang berada sekitar 450 kilometer (km) arah utara dari Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh.

Wakil Juru Bicara Angkatan Darat Kerajaan Thailand, Kolonel Ritcha Suksuwanon, mengatakan serangan tersebut berlangsung pada Kamis, 24 Juli siang ini. “Kami telah menggunakan kekuatan udara untuk menyerang sasaran militer sesuai rencana,” kata Suksuwanon, sebagaimana diberitakan oleh Bangkok Post pada Kamis (24/7).

Serangan udara ini terjadi hanya beberapa jam setelah tentara Kamboja menembaki pangkalan militer Thailand di Provinsi Surin, wilayah timur laut Thailand, serta meluncurkan roket ke kawasan perbatasan di Provinsi Si Sa Ket.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...