Trump Ancam Tarif 10%-20% untuk Negara yang Belum Negosiasi Kesepakatan Dagang

Rahayu Subekti
29 Juli 2025, 08:47
trump, tarif, amerika serikat
BBC
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menerapkan tarif global bagi negara-negara yang belum memiliki kesepakatan dagang khusus dengan AS. Tarif ini akan lebih tinggi dari tarif umum sebesar 10% yang sebelumnya diumumkan pada April 2025.

"Saya perkirakan tarifnya akan berada di kisaran 15%  hingga 20%," kata Trump dikutip dari Reuters, Senin (28/7).

Trump mengatakan, kebijakan tarif global ini akan diterapkan terhadap sekitar 200 negara. Tujuannya adalah untuk mengakhiri defisit perdagangan Amerika Serikat yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Ia ingin mengenakan tarif kepada hampir seluruh mitra dagang AS. Bahkan, Trump sudah lebih dulu menetapkan tarif tinggi hingga 50% untuk beberapa negara, termasuk Brasil, yang diumumkan pada Jumat pekan lalu.

Kebijakan ini memicu banyak negara melakukan negosiasi agar mendapatkan tarif yang lebih rendah, seperti India, Pakistan, Kanada, dan Thailand. Saat ini, pembicaraan dengan beberapa negara tersebut masih berlangsung.

Trump lebih memilih kebijakan tarif langsung dibanding negosiasi panjang. "Pada dasarnya, kami akan menetapkan tarif untuk seluruh dunia dan itulah yang akan mereka bayar jika ingin berbisnis di Amerika Serikat. Karena anda tidak bisa hanya duduk dan membuat 200 kesepakatan,” ujar Trump.

RI Dapat Tarif 19%

Trump sebelumnya sudah mengumumkan kesepakatan perdagangan penting dengan Indonesia. Trump resmi menurunkan tarif perdagangan untuk barang asal Indonesia yang masuk ke AS dari 32% menjadi 19%, salah satu terendah di ASEAN.

Mengutip Joint Statement di laman resmi The White House, Selasa (22/7), kesepakatan ini akan memberikan akses pasar bagi AS di Indonesia yang sebelumnya dianggap mustahil dan membuka terobosan besar bagi sektor manufaktur, pertanian, dan digital Negeri Abang Sam.

Pemerintah Indonesia dan AS menyepakati kerangka kerja untuk negosiasi Perjanjian Perdagangan Timbal Balik kedua negara. Salah satunya yaitu Indonesia akan menghilangkan sekitar 99% hambatan tarif untuk berbagai produk industri serta makanan dan pertanian AS yang diekspor ke Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...