Ribuan Warga Israel Demo Tolak Rencana Kuasai Gaza, Ini Kata PM Netanyahu

Desy Setyowati
11 Agustus 2025, 06:49
Ribuan warga Israel demo tolak rencana kuasai gaza, ribuan warga israel demo PM netanyahu,
TikTok Experience Humans, Katadata/Desy Setyowati
Ribuan warga Israel turun ke jalan menentang rencana pemerintah memperluas operasi militer di Gaza, Palestina.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ribuan warga Israel turun ke jalan menentang rencana pemerintah memperluas operasi militer di Gaza, Palestina. Bagaimana respons Perdana Menteri Benjamin Netanyahu?

Kabinet keamanan Israel menyetujui lima prinsip untuk mengakhiri perang pada Jumat (8/8), termasuk 'mengambil alih kendali keamanan' atas Jalur Gaza, dan militer Israel menyatakan akan bersiap untuk mengambil alih kendali Kota Gaza.

Para pengunjuk rasa, termasuk anggota keluarga dari 50 sandera di Gaza, dengan 20 di antaranya diperkirakan masih hidup, khawatir rencana itu membahayakan nyawa para sandera. Mereka mendesak pemerintah menjamin pembebasan mereka.

Para pemimpin Israel menolak kritik atas rencana menguasai Gaza. "Ini akan membantu membebaskan sandera kami,” kata PM Benjamin Netanyahu dikutip dari BBC, Senin (11/8).

Mantan Tentara Israel Ingin Perang Berakhir

Selama demonstrasi Sabtu (9/8) malam, Jalan Raya Ayalon di Tel Aviv diblokir oleh pengunjuk rasa yang menyalakan api unggun.

Di antara para pengunjuk rasa di Yerusalem terdapat seorang mantan tentara Israel Max Kresch. Ia merupakan prajurit tempur pada awal perang di Gaza, pada akhir 2023.

“Sejak saat itu saya menolak bertugas,” kata dia. "Kami lebih dari 350 tentara yang bertugas selama perang dan kami menolak untuk terus bertugas dalam perang politik Netanyahu yang membahayakan para sandera (dan) membuat warga Palestina tak berdosa di Gaza kelaparan.”

Times of Israel melaporkan bahwa anggota keluarga sandera dan tentara melakukan demo di Tel Aviv dekat markas Pasukan Pertahanan Israel alias IDF meminta tentara lain untuk menolak bertugas dalam operasi militer yang diperluas untuk melindungi para sandera.

Ibu dari salah satu sandera menyerukan tentara mogok bertempur.

Kelompok yang mewakili keluarga para sandera mengatakan di X: "Memperluas pertempuran membahayakan para sandera dan tentara. Rakyat Israel tidak mau mengambil risiko!"

Salah satu pengunjuk rasa, Shakha, yang berunjuk rasa di Yerusalem pada Sabtu (9/8) waktu setempat, mengatakan ia ingin perang berakhir, karena para sandera sekarat. "Apa pun yang perlu dilakukan, kami harus melakukannya. Dan jika perang harus dihentikan, kami akan menghentikannya,” kata dia.

Polisi Israel menangkap tiga tersangka dalam demo itu. “Bahan-bahan yang dimaksudkan untuk membakar jalan-jalan utama disita,” kata polisi Israel.

PM Israel Netanyahu juga menghadapi pertentangan keras dari Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal Eyal Zamir, yang menurut media Israel, telah memperingatkan dia bahwa pendudukan penuh di Gaza sama saja dengan ‘terjebak’ dan akan membahayakan para sandera yang masih hidup.

Jajak pendapat menunjukkan sebagian besar publik Israel mendukung kesepakatan dengan Hamas untuk pembebasan sandera dan diakhirinya perang.

Didemo Warga Israel untuk Akhiri Perang, Ini Tanggapan PM Netanyahu

PM Netanyahu telah mengatakan kepada Fox News awal minggu ini bahwa Israel berencana menduduki seluruh Jalur Gaza. Ia mengatakan pada akhirnya Gaza akan diserahkan kepada pasukan Arab.

"Kami tidak akan menduduki Gaza. Kami akan membebaskan Gaza dari Hamas," kata Netanyahu pada Jumat (8/8). "Ini akan membantu untuk membebaskan sandera dan memastikan Gaza tidak menjadi ancaman bagi Israel di masa mendatang."

Rencana kabinet keamanan Israel mencantumkan lima prinsip untuk mengakhiri perang, yakni:

  1. Melucuti senjata Hamas
  2. Memulangkan semua sandera
  3. Demiliterisasi Jalur Gaza
  4. Mengambil alih kendali keamanan wilayah itu
  5. Membentuk pemerintahan sipil alternatif yang bukan Hamas maupun Otoritas Palestina

Seorang pejabat tinggi PBB awal minggu memperingatkan bahwa pengambilalihan penuh Kota Gaza oleh militer akan menimbulkan ‘konsekuensi bencana’ bagi warga sipil Palestina dan para sandera.

Kata PBB soal Israel Ingin Ambil Alih Gaza

Inggris, Prancis, Kanada dan beberapa negara lain telah mengutuk keputusan Israel dan Jerman mengumumkan akan menghentikan ekspor militer ke negara itu sebagai tanggapan.

Para pemimpin internasional dan badan-badan PBB juga telah meminta Israel, yang mengendalikan masuknya semua barang ke Gaza, untuk mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan dan makanan ke wilayah tersebut di tengah meningkatnya jumlah kematian yang dilaporkan akibat kelaparan.

217 Orang Tewas di Gaza Akibat Kelaparan

Sebanyak 217 orang meninggal dunia di Gaza, Palestina akibat kelaparan, menurut Kementerian Kesehatan di negara ini. Sebanyak 100 di antaranya merupakan anak-anak.

Lima orang, termasuk dua anak-anak, meninggal di Gaza selama 24 jam terakhir karena kekurangan gizi.

Israel menyalahkan Hamas dan membantah adanya kelaparan di Gaza. Namun, para pakar keamanan pangan yang didukung PBB menyampaikan bahwa skenario terburuk kelaparan sudah terjadi.

Para jurnalis tidak diizinkan oleh Israel untuk melaporkan secara independen dari Gaza.

Israel memulai serangan militer di Gaza, Palestina setelah serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Sejak saat itu, 61.430 orang tewas di Gaza akibat operasi militer Israel.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...