Mahasiswa Timor Leste Gelar Demonstrasi Tolak Mobil Baru Anggota Parlemen
Lebih dari 1.000 orang, mayoritas mahasiswa, turun ke jalan di Dili, Timor Leste pada Senin (15/9), untuk memprotes rencana pengadaan mobil dinas bagi 65 anggota parlemen. Demonstrasi tersebut bahkan berakhir ricuh dan empat orang harus dilarikan ke rumah sakit karena terkena gas air mata.
Demonstrasi dimulai dengan damai, tetapi polisi menembakkan gas air mata setelah beberapa pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah gedung parlemen, yang merusak beberapa mobil.
"Kami meminta anggota parlemen untuk membatalkan keputusan pembelian (Toyota) Prado demi kemajuan diri," kata Leonito Carvalho, seorang mahasiswa dari kampus Universidade da Paz, Senin (16/9) dikutip dari ABC.
Pejabat kepolisian nasional Justino Menezes mengatakan aparat akan memanggil koordinator protes untuk menuntut pertanggungjawaban atas kerusakan tersebut.
Merespons demonstrasi besar itu, partai politik Timor-Leste akan meminta parlemen untuk membatalkan pembelian mobil. Dalam pernyataan bersama, sejumlah partai politik mengatakan pembelian tersebut tidak mencerminkan kepentingan publik.
Sikap ini menunjukkan perubahan karena sebelumnya partai-partai yang tergabung di parlemen menyetujui anggaran pembelian mobil Toyota Prado tersebut.
Timor Leste merupakan negara terbaru di Asia yang diwarnai demonstrasi besar. Pekan lalu, unjuk rasa yang dimotori Gen Z mengakibatkan pergantian pemerintahan di Nepal.
Sedangkan, akhir Agustus lalu, demonstrasi besar melanda Indonesia. Demonstrasi yang awalnya damai dalam memprotes tunjangan perumahan DPR menjadi ricuh usai pengendara ojek online Affan Kurniawan meninggal karena dilindas mobil aparat kepolisian.
