Prancis Beri Sinyal Tolak Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Ini Alasannya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengundang banyak negara untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza. Meski demikian, Presiden Prancis Emmanuel Macron berancang-ancang menolak tawaran tersebut.
Dikutip dari Le Monde, sumber yang dekat dengan Macron mengatakan, Prancis tak akan mengikuti keinginan AS untuk bergabung ke dalam dewan tersebut.
Sumber tersebut mempermasalahkan struktur dewan yang melampaui kerja sama terkait Gaza dan kemungkinan memiliki tugas yang sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Ini menimbulkan pertanyaan besar, khususnya mengenai penghormatan terhadap prinsip dan struktur PBB, yang dalam keadaan apa pun tidak dapat dipertanyakan," demikian kata sumber yang dekat Macron, dikutip pada Rabu (21/1).
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot pada Senin (19/1) mengatakan lingkup Dewan Perdamaian dan kuasa AS dalam dewan tersebut mengkhawatirkan.
Menurunya, Trump sebagai Ketua Dewan Perdamaian, bisa memilih sendiri hingga memveto keputusan yang diambil oleh anggota. “Ini sangat, sangat jauh dari Piagam PBB,” kata Barrot dalam pidato kepada para akademisi Prancis di Paris, Senin (19/1) dikutip dari Politico.
Dewan Perdamaian Trump juga menghadapi kontroversi terkait biaya sebesar $1 miliar atau setara hampir Rp 17 triliun sebagai dana yang dibayarkan untuk menjadi anggota tetap setelah tiga tahun.
Indonesia juga mendapatkan undangan yang sama. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan menerima surat undangan dari Trump.
Meski demikian, Indonesia belum menentukan sikap terkait ajakan bergabung dewan tersebut. “Betul, kami terima undangannya,” kata Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang kepada Katadata.co.id, pada Rabu (21/1).

