Kepala Bakom: Kepentingan Nasional Selalu Jadi Prioritas Kebijakan Luar Negeri

Tim Publikasi Katadata
5 Februari 2026, 11:29
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo memberikan keterangan pers usai mengikuti acara pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/202
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo memberikan keterangan pers usai mengikuti acara pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat pemerintahan di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Menteri Kehuta
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo menegaskan, setiap kebijakan luar negeri yang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto, didasarkan pada prinsip kehati-hatian, keterbukaan, dan tanggung jawab penuh terhadap kepentingan nasional serta keselamatan rakyat Indonesia.

Angga menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam berbagai inisiatif diplomatik internasional, termasuk dalam upaya perdamaian di Gaza, tidak pernah dimaksudkan untuk mengorbankan kedaulatan, keamanan nasional, maupun keselamatan warganya.

“Presiden Prabowo dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia tidak akan pernah mengambil langkah yang mengorbankan kepentingan nasional atau keselamatan rakyat Indonesia. Setiap kebijakan selalu melalui perhitungan risiko, mitigasi yang matang, dan mekanisme evaluasi yang berkelanjutan,” ujar Angga dalam keterangan pers, Kamis (5/2).

Lebih lanjut, Angga menambahkan bahwa Presiden membuka ruang diskusi yang luas dengan tokoh-tokoh nasional, mantan pejabat negara, akademisi, dan praktisi diplomasi, agar setiap kebijakan dapat diuji secara kritis. 

Menurutnya, pendekatan ini menggambarkan kepemimpinan yang realistis dan bertanggung jawab di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah.

Angga juga menegaskan bahwa komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina tetap konsisten sesuai amanat konstitusi. Namun, Presiden memastikan bahwa dukungan tersebut diberikan melalui jalur diplomasi yang hati-hati dan terukur, selalu mengutamakan kepentingan nasional Indonesia.

“Presiden menyatakan bahwa Indonesia terlibat dalam setiap forum internasional dengan tujuan yang jelas: mendorong perdamaian yang adil dan bermartabat, tanpa mengorbankan keselamatan rakyat Indonesia atau posisi strategis negara. Jika suatu kebijakan bertentangan dengan prinsip atau kepentingan nasional, opsi untuk meninjau kembali atau menghentikan keterlibatan selalu ada,” ujar Angga.

Badan Komunikasi Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terjebak dalam potongan informasi yang tidak lengkap, serta memahami bahwa sebagian proses diplomasi bersifat sensitif dan memerlukan kehati-hatian dalam penyampaian ke publik.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan informasi secara terbuka dan bertanggung jawab, sambil memastikan bahwa setiap langkah Presiden Prabowo sepenuhnya mendukung kepentingan bangsa dan keselamatan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Angga.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...