Trump Sebut Serangan ke Iran Bakal Lebih Besar

Hari Widowati
3 Maret 2026, 05:52
Donald Trump, Iran, Perang Iran vs AS-Israel
Youtube/White House
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gelombang besar serangan AS terhadap Iran belum datang.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada CNN bahwa militer AS sedang “menghancurkan Iran” – tetapi “gelombang besar” masih belum datang.

“Kami menghancurkan mereka,” kata Trump kepada Jake Tapper dari CNN dalam wawancara telepon yang berlangsung selama sembilan menit, Senin (2/3).

“Saya pikir ini berjalan sangat baik. Sangat kuat. Kami memiliki militer terbaik di dunia dan kami menggunakannya.”

Trump membahas berbagai topik dalam wawancara tersebut, termasuk perkiraan durasi konflik, keterkejutannya atas balasan luas Iran, dan rencana suksesi negara tersebut.

Mengenai berapa lama perang ini mungkin berlangsung, Trump mengatakan, ia tidak ingin perang ini berlarut-larut. "Saya selalu berpikir perang ini akan berlangsung empat minggu. Dan kita sedikit lebih cepat dari jadwal,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah AS melakukan lebih dari sekadar serangan militer untuk membantu rakyat Iran mengambil kembali kendali negara mereka dari rezim, Trump menjawab, “Ya.”

“Kami memang melakukannya. Tapi saat ini kami ingin semua orang tetap di dalam. Di luar sana tidak aman.”

Ia mengatakan situasi di Iran akan semakin berbahaya.

“Kami belum mulai menyerang mereka dengan keras. Gelombang besar belum terjadi. Yang besar akan segera datang.”

Serangan Iran terhadap Negara-negara Arab

Sejauh ini, Trump mengatakan, “kejutan terbesar” bagi AS adalah serangan Iran terhadap negara-negara Arab di kawasan tersebut: Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

“Kami terkejut. Kami bilang kepada mereka, kami bisa menangani ini, dan sekarang mereka ingin bertarung dengan agresif," kata Trump.

Trump mengatakan para pemimpin negara-negara Arab merupakan orang yang tangguh dan cerdas. Ia kemudian mengatakan serangan Iran ke hotel dan gedung-gedung apartemen di beberapa negara Arab bertujuan untuk membuat AS marah.

Trump menyoroti ancaman nuklir Iran sebagai masalah utama di kawasan tersebut selama bertahun-tahun. “Anda harus memahami, mereka hidup di bawah bayang-bayang ancaman itu selama bertahun-tahun. Itulah mengapa perdamaian tidak pernah tercapai,” katanya.

Suksesi di Iran

Mengenai siapa yang mungkin muncul untuk memimpin Iran, Trump mengatakan, AS tidak mengetahui siapa yang akan dipilih untuk menggantikan Ayatollah Ali Khameini.

“Kami tidak tahu siapa yang akan mereka pilih. Mungkin mereka akan beruntung dan mendapatkan seseorang yang tahu apa yang mereka lakukan.”

Trump menyebut Iran kehilangan banyak pemimpin akibat serangan AS. “Empat puluh sembilan orang. Itu adalah serangan yang luar biasa,” kata Trump.

“Mereka menjadi sedikit sombong dengan berkumpul di satu tempat. Mereka mengira mereka tidak terdeteksi. Kami terkejut dengan hal itu.”

Trump mengatakan bahwa tidak jelas siapa yang sekarang memimpin negara tersebut.

Lebih lanjut, Trump mengatakan timnya mencoba bernegosiasi dengan Iran, tetapi mereka idak bisa mencapai kesepakatan. "Setiap tawaran baru, dibalas dengan penarikan kembali tawaran sebelumnya. Iran tidak akan setuju untuk menghentikan pengayaan uranium mereka," kata Trump.

Trump mengatakan tentang tindakan militernya adalah cara AS untuk menangani Iran.

“Kita tidak perlu khawatir tentang perjanjian.” Dia menunjuk pada sejarah panjang negara itu dalam menyebabkan kerusakan di kawasan tersebut setelah Revolusi 1979.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...