Daftar Negara Dukung AS-Israel Usai Iran Balas Serangan: Didominasi Negara Arab
Operasi militer gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran memicu gelombang serangan balasan dari Teheran ke beberapa negara di Timur Tengah.
Serangan balasan Iran semakin agresif setelah Pemimpin Agung (Ayatullah) Ali Hosseini Khamenei tewas dalam operasi pasukan gabungan AS dan Israel pada Sabtu (28/2).
Militer Iran kini menargetkan sejumlah fasilitas militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah dan negara-negara Teluk. Selain itu, Iran juga melancarkan serangan udara ke Kantor Kedutaan Besar AS di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, pada Selasa (3/3) dini hari waktu setempat. Serangan itu memicu kebakaran di area kompleks diplomatik.
Langkah Iran mendorong negara-negara Teluk Arab mengecam tindakan Teheran, seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Bahrain, Arab Saudi, Kuwait, dan Yordania.
Sikap serupa juga disampaikan oleh sejumlah negara barat seperti Inggris, Jerman dan Prancis. Melansir pemberitaan TIME, Anadolu, berikut daftar negara yang berpihak kepada AS-Israel:
Arab Saudi
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam keras serangan balasan Iran yang terjadi di sejumlah negara di kawasan. Dalam pernyataan resminya, pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa kerajaan mengutuk dan mengecam keras agresi terang-terangan yang dilakukan Iran.
Riyadh juga menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania.
UEA
Kementerian Luar Negeri UEA mengecam Iran setelah terkena serangan balasan dari Teheran. Pemerintah UEA menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasional serta penyelewengan terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
UEA juga mengatakan memiliki hak penuh dan sah untuk merespons serangan tersebut dengan cara yang melindungi kedaulatan, keamanan nasional, dan keutuhan wilayahnya.
Kuwait
Kuwait mengecam keras serangan Iran yang menargetkan pangkalan udara Ali Al Salem yang digunakan oleh militer AS. Kuwait juga mengatakan haknya untuk merespons serangan tersebut dengan merujuk pada Pasal 51 Piagam PBB terkait hak membela diri.
Qatar
Qatar turut mengecam keras serangan balasan Iran sembari mengatakan haknya untuk merespons sesuai dengan hukum internasional. Dalam pernyataan resmi pemerintah yang diunggah melalui media sosial X, pemerintah Qatar mengutuk keras penargetan wilayahnya dengan rudal balistik Iran.
Doha menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasional, pelanggaran langsung terhadap keamanan dan keutuhan wilayah, serta bentuk eskalasi yang tidak dapat diterima karena mengancam keamanan dan stabilitas kawasan.
Yordania
Kementerian Luar Negeri Yordania telah menyampaikan protes keras atas serangan yang menargetkan wilayah Yordania serta sejumlah negara Arab lainnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Fouad Al-Majali, menuntut penghentian segera seluruh serangan demi penghormatan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Yordania.
Ia mengatakan Yordania akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi warga negaranya dan menjaga kedaulatan negara. Kementerian Dalam Negeri Yordania pada Ahad (1/3), mencatat sedikitnya 73 insiden jatuhnya benda dan serpihan rudal di berbagai wilayah saat Iran merespons serangan Israel dan AS.
Bahrain
Bahrain juga menyampaikan sikap serupa layaknya negara-negara Teluk lainnya. Bahrain bersama AS dan Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan UEA merilis pernyataan bersama pada Ahad (1/3), mengecam keras serangan rudal dan drone Iran di berbagai negara kawasan. Mereka menilai tindakan Iran sembarangan dan ceroboh.
Dalam pernyataan bersama, ketujuh negara menyatakan serangan itu menargetkan wilayah kedaulatan negara, membahayakan warga sipil, serta merusak infrastruktur sipil. Mereka juga menilai langkah Iran sebagai bentuk eskalasi berbahaya yang semakin mengancam keselamatan masyarakat.
Mereka menegaskan hak untuk membela diri atas serangan tersebut dan berkomitmen menjaga keamanan regional melalui kerja sama sistem pertahanan udara yang dinilai efektif mencegah korban jiwa dan kerusakan yang lebih besar.
Inggris, Prancis dan Jerman
Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menyetujui pengerahan jet tempur RAF Typhoon ke Qatar untuk melindungi Pangkalan Udara Al-Udeid serta pangkalan sekutu lainnya di kawasan.
Inggris menyampaikan tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut yang dapat memicu konflik regional yang lebih luas. Meski demikian, mereka menekankan Iran tidak boleh dibiarkan mengembangkan senjata nuklir. Karena itu, Inggris terus mendukung upaya penyelesaian melalui jalur negosiasi.
Starmer juga merilis pernyataan bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz. Dalam pernyataan tersebut, ketiganya meminta Iran menghentikan serangan balasan terhadap negara-negara di Timur Tengah.
Mereka mengecam keras serangan Iran di kawasan dan menyerukan dimulainya kembali perundingan. Ketiga pemimpin itu juga mendesak kepemimpinan Iran untuk mencari solusi melalui jalur diplomatik serta menegaskan bahwa rakyat Iran pada akhirnya harus diberi ruang untuk menentukan masa depan mereka sendiri.
Macron menilai eskalasi konflik tersebut berbahaya bagi semua pihak dan harus segera dihentikan. Ia menegaskan bahwa rezim Iran tidak memiliki pilihan lain selain beritikad baik dalam perundingan untuk mengakhiri program nuklir dan balistiknya.
Dalam keterangan yang disampaikan melalui media sosial X itu, Macron juga meminta Iran menghentikan aktivitas serangan yang dinilai mengganggu stabilitas di kawasan. Ia menyerukan penyelenggaraan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

