PM Spanyol Pedro Sanchez Sebut Serangan AS ke Iran sebagai Bencana

Hari Widowati
5 Maret 2026, 05:44
Spanyol, Pedro Sanchez, Perang Iran vs AS-Israel
ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Aditya Pradana Putra/nym.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menolak perang dan menyebut serangan AS terhadap Iran sebagai bencana.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengkritik serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran dan menyebut eskalasi konflik di Timur Tengah sebagai bencana. Pernyataan ini disampaikan Sanchez setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memutus semua hubungan dagang dengan Spanyol karena negara tersebut menolak mengizinkan dua pangkalan udaranya digunakan untuk menyerang Iran.

"Spanyol benar-benar buruk. Kami akan menghentikan semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin melakukan (kerja sama) apapun dengan Spanyol," kata Trump di sela-sela konferensi pers di Gedung Putih Bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz, Selasa (3/3).

“Seringkali perang besar dimulai dengan rangkaian peristiwa yang meluas di luar kendali akibat perhitungan yang salah, kegagalan teknis, dan keadaan yang tidak terduga. Oleh karena itu, kita harus belajar dari sejarah dan tidak boleh bermain rolet Rusia dengan nasib jutaan orang,” kata Sanchez dalam pidato yang disiarkan di televisi Spanyol, pada Rabu (4/3) pagi, seperti dikutip CNBC.

Sánchez memperingatkan tentang “mengulangi kesalahan masa lalu,” dengan membandingkan serangan AS ke Iran dengan invasi Irak pada awal 2000-an. Ia mengatakan, Spanyol menolak perang.

Perdana Menteri Spanyol yang berhaluan sosialis muncul sebagai salah satu kritikus utama serangan AS dan Israel terhadap Iran di kalangan pemimpin negara-negara Uni Eropa.

Komentar terbaru Trump mengikuti kecamannya terhadap penolakan Madrid untuk memenuhi target pengeluaran pertahanan NATO sebesar 5% dari PDB.

Indeks bursa Spanyol, Ibex 35 naik 1,6% pada perdagangan Rabu (4/3). Kenaikan ini membalikkan kerugian sebelumnya di tengah ketegangan perdagangan AS. Indeks Stoxx 600 pan-Eropa naik sekitar 1,1%.

Ancaman Trump untuk menghukum Spanyol dalam perdagangan akan sulit diwujudkan, mengingat 27 negara UE menegosiasikan perjanjian perdagangan secara kolektif.

“Sangat naif untuk percaya demokrasi atau rasa hormat antarnegara dapat muncul dari reruntuhan, atau menganggap ketaatan buta dan tunduk sebagai bentuk kepemimpinan. Sebaliknya, saya yakin posisi ini adalah kepemimpinan,” kata Sánchez.

“Kami tidak akan ikut serta dalam sesuatu yang buruk bagi dunia dan bertentangan dengan nilai-nilai dan kepentingan kami hanya karena takut akan balasan dari seseorang,” ujarnya.

Bessent: Spanyol Membahayakan Nyawa Warga AS

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menuduh pemerintah Spanyol membahayakan nyawa warga Amerika, setelah perselisihan mengenai pangkalan Udara terjadi.

“Kekecewaan Presiden Trump terhadap pemerintah Spanyol beralasan, karena pertama-tama, mereka telah bertindak buruk. Mereka adalah satu-satunya anggota NATO yang tidak memenuhi kewajiban mereka. Itu disebut sebagai penumpang gelap,” kata Bessent kepada CNBC “Squawk Box” pada Rabu (4/3).

Ia mengatakan AS tidak bisa menerima tindakan Spanyol yang tidak kooperatif karena tidak mengizinkan penggunaan pangkalan udaranya untuk mendukung serangan AS ke Iran yang disebut dengan Operasi Epic Fury.

“Segala hal yang menghambat kemampuan kami untuk terlibat dan menjalankan perang ini dengan cara tercepat dan paling efektif membahayakan nyawa warga Amerika. Spanyol membahayakan nyawa warga Amerika,” kata Bessent.

Uni Eropa, di sisi lain, telah menyatakan akan memastikan kepentingan negara-negara anggotanya sepenuhnya terlindungi.

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa ia telah melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez untuk menyampaikan dukungan penuh Uni Eropa kepada Madrid.

“Kami menegaskan kembali komitmen kami yang teguh terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan tatanan berbasis aturan di seluruh dunia,” kata Costa.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...