Trump Ingin Tentukan Pemimpin Tertinggi Iran, Tolak Anak Kedua Khamenei

Andi M. Arief
6 Maret 2026, 18:36
Mojtaba Khamenei
Instagram
Mojtaba Khamenei
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald J Trump menyatakan penolakan terhadap calon pemimpin tertinggi Iran selanjutnya, yakni Mojtaba Khamenei. Mojtaba Khamenei merupakan anak kedua Ali Khamenei.

Trump menilai Mojtaba Khamenei tidak akan mengubah rezim yang telah dibangun ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, sejak menjabat pada 1989. Karena itu, Trump bersikeras dirinya harus dilibatkan dalam memilih pemimpin tertinggi Iran selanjutnya.

"Kami tidak mau seseorang yang akan membangun ulang rezim dalam waktu 10 tahun. Kami ingin seseorang yang akan membawa harmoni dan kedamaian di Iran," kata Trump seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (6/3).

Trump menyatakan ingin membersihkan struktur kepemimpinan di Iran dan telah memiliki nama untuk mengambil alih. Namun Trump tidak menjelaskan lebih jauh terkait nama yang dimaksud karena proses perang sedang berlangsung.

Trum menjelaskan pihaknya ingin melihat munculnya pemimpin moderat di Iran. Sebab, dua nama yang disiapkannya untuk menduduki kursi pemimpin tertinggi di Iran menjadi korban saat pihaknya menyerang Iran.

"Jadi, sepertinya akan ada gelombang nama ketiga dalam waktu dekat," katanya.

Seperti diketahui, pemimpin tertinggi Iran memiliki kekuasaan pada tiga cabang pemerintahan, yakni presiden, militer, dan yudikatif. Adapun fungsi legislatif dalam pemerintahan Iran tidak terhubung secara langsung maupun tidak langsung ke cabang yang dikuasai pemimpin tertinggi.

Adapun pemimpin tertinggi Iran dipilih oleh Majelis Ahli yang beranggotakan 88 ulama Syiah. Namun pemilihan pemimpin tertinggi kini dinilai sulit lantaran rata-rata usia Majelis Hakim sekitar 80 tahun hingga 90 tahun.

Pengumpulan ulama yang telah memasuki masa lansia makin sulit saat Iran dihujani misil oleh Amerika Serikat dan Israel. Sebanyak tiga pegawai administratif Majelis Pakar telah meninggal setelah Israel menyerang kantor Majelis Pakar pekan ini, Selasa (3/3).

Alhasil, penerus Ali Khamenei masih belum menemui kejelasan setelah meninggal pada akhir pekan lalu, Sabtu (28/2). Nama Mojtaba Khamenei mencuat sebagai penerus ayahnya karena memiliki hubungan dekat dengan Korps Pengawal Revolusi Islam atau IRGC.

IRGC merupakan pasukan militer yang mengendalikan 40% perekonomian di Iran. Karena itu, IRGC dinilai memiliki pengaruh penting dalam pemilihan penerus pemimpin tertinggi Iran.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...