Direktur Pusat Kontraterorisme AS Mengundurkan Diri, Tolak Perang Iran

Ira Guslina Sufa
18 Maret 2026, 05:37
Iran
ANTARA FOTO/Novrian Arbi/nym.
Umat Islam yang juga aktivis meletakkan bunga pada foto sejumlah pemimpin Iran yang telah wafat akibat perang saat aksi solidarits untuk Palestina dan Iran di depan gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/3/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat, Joseph Kent, mengundurkan diri pada Selasa (17/3). Ia mundur dengan mengirimkan surat terbuka dan menyatakan penolakan terhadap serangan yang dilakukan pemerintah AS terhadap Iran yang memicu terjadinya perang. 

“Saya tidak dapat, dengan hati nurani yang bersih, mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” tulis Kent dalam surat yang dibagikan di platform media sosial X.

Kent berpendapat bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap AS dan mengklaim bahwa konflik tersebut dipicu oleh tekanan eksternal. Kent yang merupakan seorang veteran mengatakan telah ditugaskan dalam operasi tempur sebanyak 11 kali. 

Dalam surat terbuka itu Kent juga menyinggung kehilangan pribadi, dengan menyebut dirinya sebagai “Gold Star husband” setelah istrinya yang juga seorang prajurit, tewas dalam perang sebelumnya.

“Saya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk bertempur dan mati dalam perang yang tidak memberikan manfaat bagi rakyat Amerika maupun sebanding dengan pengorbanan nyawa,” tulisnya.

Ia juga mengkritik pejabat Israel dan sejumlah tokoh media Amerika, dengan menuduh mereka menyesatkan pemerintah serta menarik perbandingan dengan perang Irak. Kent menilai sama halnya dengan serangan ke Irak, serangan kali ini menurut dia telah menyeret Amerika Serikat ke dalam perang yang berakhir bencana. 

Kent menyatakan perang di Iran dan juga Irak telah merenggut nyawa ribuan putra-putri terbaik bangsa sehingga pemerintah tidak boleh mengulangi kesalahan. Dalam pesannya kepada Presiden AS Donald Trump, Kent mendesaknya untuk mengubah arah kebijakan.

“Anda dapat membalikkan arah dan menentukan jalan baru bagi negara kita, atau membiarkan kita semakin terjerumus ke dalam kemunduran dan kekacauan,” tulisnya. “Keputusan ada di tangan Anda.”

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...