Hari ke-19 Perang Iran VS AS-Israel: Tokoh Kunci Tewas, Peluang Damai Menyempit
Perang Iran vs AS-Israel telah mencapai 19 hari, terhitung sejak serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Terakhir, Iran kembali berduka atas tewasnya dua tokoh penting dalam serangan yang dilakukan AS-Israel kemarin, Rabu (17/3).
Kedua tokoh yang dimaksud adalah Kepala Keamanan Ali Larijani dan Komandan Pasukan Basij Gholamreza Soleimani.
Larijani dianggap sebagai politisi pragmatis dan berpengalaman dalam hal negosiasi. Ia adalah aktor dibalik perundingan nuklir sebelum perang dimulai. Analis memperkirakan, Larijani dibunuh untuk menutup jalur diplomatik yang mengarah pada berakhirnya perang.
Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan Iran mencatat jumlah korban tewas yang terus meningkat, setidaknya telah mencapai 1.444 orang. Sementara 18.551 lainnya luka-luka.
Iran Eksekusi Intel Mossad
Mengutip Aljazeera, Iran kemudian melancarkan serangan lebih lanjut kepada Israel, hingga menyebabkan kerusakan properti lebih luas. Sebelumnya, serangan balasan Iran telah menewaskan dua orang di Ramat Gan.
Konflik itu meluas usai Iran dan negara sekutunya melepaskan rudal dan drone ke kawasan Teluk, mencakup Arab Saudi, Kuwait, dan Yordania.
Selain itu, dari keterangan kantor berita Tasnim, Iran dikabarkan telah mengeksekusi seorang pria yang dituduh mata-mata badan intelijen Mossad Israel.
Akan tetapi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Aljazeera, insiden yang terjadi di kawasan Teluk merupakan tanggung jawab Amerika Serikat. Ia membantah Iran menargetkan warga sipil. Kehadiran militer AS di kawasan Teluk membuat eskalasi serangan tak bisa dihindari.
Dalam momen itu, kelompok bersenjata Irak Saraya Awliya al-Dam justru mengklaim sebagai penanggung jawab 28 serangan di kawasan Teluk dalam 15 hari terakhir. Sementara, Kedutaan Besar AS di Irak juga diserang pihak Iran. Serangan ini turut menyasar pangkalan kelompok bersenjata di Kota Kirkuk.
Di sisi lain, Arab Saudi menggelar pertemuan dengan para menteri luar negeri negara-negara Arab dan Muslim untuk membahas serangan tersebut. Di Uni Emirat Arab dan Qatar, serangan rudal sempat dicegah. Sementara Bahrain mendesak warga berlindung di tempat aman.
Meski berhasil mencegah serangan rudal, ketidakpastian situasi membuat penerbangan Qatar terganggu. British Airways memperpanjang penangguhan penerbangan ke Doha, Qatar, hingga 30 April mendatang.
Bagaimana dengan Amerika Serikat?
Amerika Serikat disambut kabar pengunduran diri Direktur Kontra-terorisme Joe Kent dari jabatannya. Kent menyebut Iran bukan ancaman dan perang ini dimulai karena tekanan dari Israel serta lobi yang kuat dari Amerika Serikat.
Sementara itu, Presiden Trump justru mengkritik sekutu dan mitra NATO karena tak memberi dukungan militer lebih kuat untuk melepas cengkeraman Iran di Selat Hormuz.
Saat ini, Iran telah melonggarkan izin sejumlah kapal kecil komersial untuk melintasi Selat Hormuz. Jumlahnya terus bertambah, dengan delapan kapal non-Iran terdeteksi pada Senin (16/3).
