Trump Ancam Ledakkan Ladang Gas Terbesar Dunia South Pars Milik Iran

Ameidyo Daud Nasution
19 Maret 2026, 18:49
trump, gas, iran
Instagram/White House
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan meledakkan ladang gas terbesar di dunia yakni South Pars di Iran. Ini setelah Iran menyerang fasilitas gas alam cair (LNG) Qatar.

“Amerika Serikat, dengan atau tanpa bantuan atau persetujuan Israel, akan menghancurkan seluruh Ladang Gas South Pars secara besar-besaran dengan kekuatan dan daya yang belum pernah dilihat,” kata Trump dikutip dari The Guardian pada Kamis (19/3).

Serangan Iran ke Qatar bukan tanpa sebab. Aksi tersebut dilakukan usai Israel terlebih dulu menyerang ladang gas South Pars pada Rabu (18/3).

Trump mengaku tak tahu soal serangan Israel ke ladang tersebut. Meski demikian, sejumlah media AS melaporkan bahwa Trump mengetahui serta menyetujui serangan Israel ke South Pars.

Serangan Israel membuat Ras Laffan di Qatar mengalami kerusakan. Ras Laffan adalah lokasi pusat gas alam cait terbesar di dunia dan dimiliki oleh QatarEnergy.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan serangan Israel di South Pars tak bertanggung jawab.

Sedangkan Uni Emirat Arab mengatakan serangan kepada infrastruktur bisa menimbulkan ancaman terhadap keamanan energi global.

Usai serangan, Presiden Prancis Emmanuel Macron, berbicara dengan Trump dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Than. Dia menyerukan moratorium terhadap serangan yang menargetkan infrastruktur sipil.

“Penduduk sipil dan kebutuhan pokok mereka, serta keamanan pasokan energi, harus dilindungi dari eskalasi militer,” kata Macron.

South Pars adalah ladang gas terbesar di dunia yang terletak di Teluk Persia. Ladang ini dikelola dua negara yakni Iran dan Qatar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...