Trump Desak Iran Tindaklanjuti Proposal Gencatan Senjata AS

Agustiyanti
26 Maret 2026, 21:21
iran, trump, perang iran
Youtube/White House
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran untuk "bersikap serius" terkait kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat minggu. Peringatan ini muncul setelah  Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan bahwa Teheran sedang meninjau proposal AS tetapi tidak ada pembicaraan tentang mengakhiri perang.

Komentar Trump muncul di tengah semakin meningkatnya dampak ekonomi dan kemanusiaan dari perang. Banyak negara yang mulai mengalami darurat energi, salah satunya negara tetangga Indonesia, Filipina. 

Mengutip Reuters, Menteri Luar Negeri Pakistan mengatakan, pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran sedang berlangsung melalui pesan yang disampaikan oleh Pakistan, dengan negara-negara lain termasuk Turki dan Mesir juga mendukung upaya mediasi.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan ini bukan merupakan negosiasi. "Pesan yang disampaikan melalui negara-negara sahabat dan kami menanggapi dengan menyatakan posisi kita atau mengeluarkan peringatan yang diperlukan bukanlah negosiasi atau dialog," kata Araqchi dalam komentar yang disiarkan pada Rabu malam.

"Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan dan membela negara, dan kami tidak berniat untuk bernegosiasi," katanya.

Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Kamis (26/3) bahwa Iran telah "dihancurkan secara militer, tanpa peluang untuk bangkit kembali", dan "memohon" untuk kesepakatan.

Ia menyebut para negosiator Iran "sangat berbeda dan 'aneh'". Ia meminta Iran serius dengan negosiasi yang sedang berjalan, sebelum terlambat.

"Karena begitu itu terjadi, TIDAK ADA JALAN KEMBALI, dan itu tidak akan menyenangkan," kata Trump.

Trump belum mengidentifikasi dengan siapa AS bernegosiasi di Iran, dengan banyak pejabat tinggi mereka tewas sejak Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Iran sejak itu melancarkan serangan terhadap Israel, pangkalan AS, dan negara-negara Teluk.

Meskipun komentar Araqchi menunjukkan adanya kesediaan Teheran untuk menegosiasikan pengakhiran perang jika tuntutan Iran dipenuhi, pembicaraan semacam itu kemungkinan besar akan sangat sulit mengingat posisi yang telah ditetapkan oleh kedua belah pihak.

Sebuah proposal 15 poin yang dibuat AS mencakup pengakhiran konflik mencakup tuntutan mulai dari pembongkaran program nuklir Iran dan pembatasan rudal hingga penyerahan kendali Selat Hormuz secara efektif. 

Iran telah memperkeras pendiriannya sejak perang dimulai, menuntut jaminan terhadap aksi militer di masa depan, kompensasi atas kerugian, dan kendali formal atas Selat tersebut. Menurut sumber, Iran juga mengatakan kepada para perantara bahwa Lebanon harus dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata apa pun.

Seorang pejabat kedutaan Iran di Islamabad mengatakan pembicaraan di Islamabad masih terbuka dan Pakistan adalah tempat yang lebih disukai Teheran.
Seorang diplomat Barat mengatakan AS dan Iran telah mengambil posisi "maksimalis" dan ada keraguan apakah Washington benar-benar berusaha mengakhiri perang atau malah mengulur waktu untuk menenangkan pasar saat bersiap untuk potensi operasi darat.

Gelombang Rudal

Pada hari Kamis, Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke Israel, memicu sirene serangan udara di Tel Aviv dan daerah lain serta melukai sedikitnya lima orang.

Di Iran, serangan menghantam zona perumahan di kota selatan Bandar Abbas dan sebuah desa di pinggiran kota selatan Shiraz, tempat dua saudara laki-laki remaja tewas, kata kantor berita Tasnim Iran. Sebuah gedung universitas di Isfahan dilaporkan telah terkena serangan.

Pejabat Israel mengatakan Israel telah membunuh komandan angkatan laut Garda Revolusi Iran, dan bahwa mereka masih memiliki banyak target lain yang tersisa karena mereka telah melemahkan kemampuan Iran.

Namun demikian, menurt sumber,  Israel menghapus Araqchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dari daftar targetnya setelah Pakistan mendesak Washington untuk menekan Israel agar tidak menargetkan orang-orang yang berpotensi menjadi mitra negosiasi. Juru bicara militer Israel sejauh ini menolak berkomentar.

Harga Minyak Kembali Naik

Harapan akan penyelesaian konflik yang telah mendorong pasar saham global pada sesi sebelumnya meredup pada hari Kamis, dengan harga minyak kembali melonjak.

Dampak dari  perang telah menyebabkan guncangan energi terburuk dalam sejara dan telah menyebar jauh melampaui wilayah tersebut. Dengan Selat Hormuz yang menjadi  jalur bagi seperlima minyak dan gas alam cair dunia, secara efektif ditutup, dampaknya terasa di berbagai sektor mulai dari plastik dan maskapai penerbangan hingga teknologi, ritel, dan pariwisata.

Beberapa pemerintah sedang mempertimbangkan langkah-langkah dukungan yang terakhir digunakan selama pandemi Covid-19. Para petani kesulitan mendapatkan bahan bakar diesel untuk traktor mereka dan puluhan juta orang lagi akan menghadapi kelaparan akut jika perang berlanjut hingga Juni.

Sultan Al Jaber, CEO perusahaan minyak negara Abu Dhabi, ADNOC, menuduh Iran melakukan "terorisme ekonomi". "Tidak ada negara yang boleh mengganggu stabilitas ekonomi global dengan cara ini. Tidak sekarang. Tidak pernah," kata Al Jaber dalam pidatonya di AS pada hari Rabu.

Aksi saling serang rudal dan drone masih terjadi di seluruh Teluk berlanjut pada hari Kamis. Di Abu Dhabi, dua orang tewas dan tiga lainnya terluka.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...