Tiga Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon dalam 24 Jam, Termasuk Personel TNI
Total pasukan perdamaian UNIFIL yang meninggal dalam 24 jam meningkat jadi tiga orang. Ini setelah dua pasukan gugur akibat ledakan yang menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, Lebanon.
Mereka menyusul seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) bagian dari UNIFIL yang meninggal kemarin. Personel TNI yang gugur adalah Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon.
"Seorang penjaga perdamaian ketiga mengalami luka parah, dan seorang penjaga perdamaian keempat juga terluka," demikian keterangan resmi UNIFIL dalam akun X, Selasa (31/3).
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah untuk mengkaji ulang pengiriman personel TNI ke Timur Tengah, khususnya Lebanon. Ini setelah seorang gugurnya Praka Farizal.
"Kalau kondisi ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada sebaiknya pemerintah melakukan penarikan atau evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono di Gedung DPR, Senin (30/3).
Dave mengatakan, fungsi personel TNI di Lebanon melalui UNIFIl adalah menjaga perdamaian di Lebanon. Namun menurutnya, fungsi tersebut tidak tercapai dengan terjadinya pertempuran.
"Saya sempat baca, Italia siap menarik personel militernya dari sana. Harus dikaji apakah Indonesia harus mengambil keputusan yang sama atau tidak," ujarnya.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengecam keras serangan Israel di wilayah Lebanon Selatan yang mengakibatkan gugurnya satu personel TNI yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
“Kami mengecam keras kejadian ini dan serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan,” kata Sugiono dalam keterangan pers yang dirilis oleh Badan Komunikasi Pemerintah pada Senin (30/3).
