Dua Kapal Perang AS Dilaporkan Lintasi Selat Hormuz
Dua kapal perang Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah melintasi Selat Hormuz. Peristiwa ini menandai transit pertama kapal militer milik Negeri Paman Sam itu sejak konflik antara AS dan Iran pecah, akhir Februari lalu.
Pada saat yang sama, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington telah memulai proses "pembersihan" jalur laut strategis tersebut.
Laporan The Wall Street Journal (WSJ), dengan mengutip tiga pejabat Amerika menyebutkan, dua kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut AS melewati selat itu tanpa kendala berarti. Sementara itu media AS lainnya, Axios melaporkan, operasi tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan otoritas di Iran.
Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa AS mulai membersihkan Selat Hormuz. Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk "bantuan" bagi negara-negara seperti Cina, Jepang, dan Prancis, yang menurutnya tidak memiliki keberanian atau kemauan untuk melakukan hal serupa.
Trump juga menegaskan bahwa Iran telah kalah besar dalam konflik tersebut. Namun, ia mengakui bahwa ranjau laut yang dipasang Iran di jalur pelayaran itu masih berpotensi menimbulkan ancaman.
Selat Hormuz sendiri dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dunia. "Satu-satunya hal yang mereka (Iran) miliki adalah ancaman bahwa sebuah kapal mungkin 'menabrak' salah satu ranjau laut mereka," tulis Trump.
Menurut AFP, hingga kini para pejabat AS belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan media tersebut.
Sejak AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, jalur pelayaran utama di lepas pantai Iran praktis tertutup. Kendati demikian, pembukaan kembali Selat Hormuz disebut-sebut menjadi salah satu syarat dalam gencatan senjata AS dan Iran yang diumumkan awal pekan ini.
Menurut laporan media Iran, para pejabat senior dari Iran dan AS juga mulai melakukan pembicaraan di Pakistan pada Sabtu (11/4) ini. Negosiasi itu bertujuan mencari jalan keluar dari konflik yang telah memicu kekerasan di Timur Tengah sekaligus mengguncang perekonomian global.
Dalam unggahan terpisah sebelumnya, Trump mengatakan kapal-kapal tanker kosong dari berbagai negara tengah menuju AS untuk membeli minyak. Akan tetapi, ia tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai hal tersebut.
