FIFA Tolak Permintaan Iran untuk Pindahkan Pertandingan Piala Dunia ke Meksiko
Federasi sepak bola dunia atau FIFA telah menolak permintaan tim nasional (timnas) Iran untuk memindahkan pertandingan Piala Dunia mereka dari Amerika Serikat (AS) ke Meksiko, dengan alasan kendala logistik. Pernyataan FIFA ini dikonfirmasi oleh Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) meminta badan pengatur sepak bola dunia tersebut untuk memindahkan pertandingan mereka dari AS bulan lalu di tengah perang yang masih berlangsung antara Iran, AS, dan Israel di Timur Tengah. Namun, FIFA menyatakan semua jadwal pertandingan Piala Dunia akan tetap berlangsung sesuai rencana, sekaligus menampik kemungkinan Meksiko menjadi tuan rumah bagi tim Iran.
Sheinbaum menegaskan kembali sikap FIFA pada hari Jumat (10/4). Ia mengatakan pertandingan-pertandingan tersebut akan digelar di AS sesuai rencana.
“FIFA pada akhirnya memutuskan pertandingan-pertandingan tersebut tidak dapat dipindahkan dari lokasi semula,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers di Mexico City, seperti dikutip Al Jazeera, pada Minggu (12/4). Menurutnya, pemindahan lokasi pertandingan sepak bola bagi tim Iran akan membuat urusan logistic jadi rumit.
FIFA tidak menanggapi permintaan komentar Al Jazeera terkait konfirmasi lokasi tuan rumah untuk pertandingan Iran.
Perang Iran vs AS dan Israel
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan 168 orang di sebuah sekolah perempuan pada hari pertama.
Teheran membalas dengan menyerang pangkalan militer Israel dan AS di Timur Tengah dengan menggunakan rudal dan drone.
Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan berhasil menghentikan serangan pada Rabu (8/4) di Iran dan kawasan Teluk. Namun, Israel terus melancarkan serangan ke beberapa wilayah di Lebanon.
Iran termasuk di antara negara-negara pertama yang lolos ke Piala Dunia. Tim Iran berjuang untuk mengamankan tempat posisi mereka sebagai perwakilan dari konfederasi Asia.
Tim Iran berada di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Mereka dijadwalkan memainkan semua pertandingan grup mereka di Pantai Barat AS, dua di Los Angeles (15 dan 21 Juni) dan satu di Seattle (26 Juni).
Meksiko, yang menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia bersama AS dan Kanada, sebelumnya telah menunjukkan kesediaannya untuk menjadi tuan rumah pertandingan-pertandingan Iran. Namun, pernyataan terbaru Sheinbaum mempertegas sikap Presiden FIFA Gianni Infantino.
Presiden FIFA itu telah bertemu dengan para pemain, pelatih, dan pejabat sepak bola Iran di Turki pada 31 Maret lalu.
“Pertandingan-pertandingan akan digelar di tempat yang seharusnya, sesuai dengan hasil undian,” kata Infantino di sela-sela pertandingan persahabatan Iran melawan Kosta Rika.
Infantino juga meredakan kekhawatiran bahwa Iran sama sekali tidak akan ikut serta dalam edisi Piala Dunia berikutnya setelah Presiden FFIRI Mehdi Taj sebelumnya mengatakan Iran akan “memboikot” turnamen di AS.
“Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia. … Itulah mengapa kami berada di sini,” kata Infantino di Meksiko. Presiden FIFA itu mengatakan sudah bertemu dan berbicara dengan para pemain maupun pelatih timnas Iran.
Iran Khawatirkan Keselamatan Anggota Timnas
Bulan lalu, FFIRI mengungkapkan kekhawatirannya terkait keselamatan dan keamanan para pemainnya di AS setelah Presiden Donald Trump menulis dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa tidak pantas bagi Iran untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia. Trump menyebut hal itu demi keselamatan dan nyawa mereka sendiri.
“Ketika Trump secara eksplisit menyatakan ia tidak dapat menjamin keamanan tim nasional Iran, kami tentu tidak akan pergi ke Amerika,” kata Taj menanggapi pernyataan Trump.
Sejak itu, kedua negara saling melontarkan serangan verbal secara tidak langsung terkait isu ini. Komentar terbaru datang dari Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali, yang menyatakan partisipasi negaranya dalam Piala Dunia akan diragukan kecuali FIFA memindahkan jadwal pertandingannya.

