Prabowo Dijadwalkan Bertolak Lagi ke Prancis dalam Waktu Dekat  

Muhamad Fajar Riyandanu
23 April 2026, 10:45
prabowo, prancis, sugiono
ANTARA FOTO/HO/Bakom RI/app/YU
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) melambaikan tangan saat bertemu di Istana Élysée, Paris, Prancis, Selasa (14/4/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan bertolak ke Prancis dalam waktu dekat untuk melakukan kunjungan kerja. Informasi tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, saat menjadi pembicara dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, pada Rabu (22/4).

Sugiono mulanya menjelaskan kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis pada 14 April lalu. Ia menyebut Prabowo melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée untuk membahas kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan, pendidikan, infrastruktur, serta pemanfaatan mineral kritis.

“Juga ada rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis dalam waktu dekat,” kata Sugiono.

 Kendati demikian, Sugiono tidak memberikan keterangan lanjutan mengenai waktu maupun agenda kunjungan Prabowo ke Prancis nantinya. Ia hanya mengatakan hubungan dekat Indonesia dan Prancis menjadi modal hubungan bilateral yang progresif.

“Yang merupakan modal besar dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu juga menceritakan hasil kunjungan kerja Prabowo saat bertemu dengan Macron di Istana Élysée pekan lalu. Putusan perundingan dua pimpinan negara itu salah satunya menyepakati kerja sama pertahanan, terutama dalam aspek transfer teknologi dan pengadaan persenjataan militer.

Sugiono menjelaskan, pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis dari Prancis harus diikuti dengan peningkatan penguasaan teknologi dalam negeri.

“Kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli,” kata Sugiono.

 Indonesia sebelumnya telah mengunci kesepakatan pembelian 42 jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation. Tiga pesawat tempur Rafale dari pengiriman pertama untuk Indonesia tiba di Tanah Air pada 27 Januari 2026.

Sugiono mengatakan proses pengadaan Rafale telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu ketika Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan era Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Dia menyebut Indonesia telah melakukan pembelian pesawat tempur Rafale sekitar empat tahun lalu.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...