Kemenlu Cina: Tidak Seharusnya Konflik di Iran Terjadi, Tak Ada Guna Dilanjutkan

Reza Pahlevi
15 Mei 2026, 15:27
Presiden Cina Xi Jinping menerima Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing, Kamis (14/5). Foto: Instagram/whitehouse.
Instagram/whitehouse
Presiden Cina Xi Jinping menerima Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing, Kamis (14/5). Foto: Instagram/whitehouse.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Cina menyatakan tidak ada gunanya melanjutkan konfik antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan ini muncul di akhir pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping.

Cina membuka pernyataan dengan menyoroti dampak perang yang telah merugikan warga Iran serta negara sekawasan. Konflik juga telah merugikan dunia akibat dampaknya pada pertumbuhan ekonomi, rantai pasok, perdagangan dunia, serta suplai energi.

“Tidak ada gunanya melanjutkan konflik ini, yang seharusnya juga tidak pernah terjadi dari awal,” kata juru bicara Kemenlu Cina, dikutip dari situs resmi Kemenlu Cina, Jumat (15/5).

Cina mengusulkan agar pihak-pihak terlibat untuk mencari jalan keluar secepat mungkin guna menyelesaikan situasi. Karena ini tidak hanya kepentingan AS dan Iran, tetapi juga negara-negara kawasan dan seluruh dunia.

Juru bicara tersebut juga menekankan pentingnya membuka kembali jalur pelayaran sesegera mungkin demi menjawab seruan komunitas internasional dan bersama-sama menjaga rantai pasok global tetap stabil dan tidak terhambat.

"Penting untuk segera mencapai gencatan senjata yang menyeluruh dan berkelanjutan, mengembalikan perdamaian dan stabilitas ke Timur Tengah serta kawasan Teluk secepat mungkin” katanya.

Sebelumnya, Trump mengatakan dirinya dan Xi sepakat Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan harus membuka kembali Selat Hormuz secepatnya.

“Kami telah menyelesaikan banyak masalah berbeda yang mungkin orang lain tidak bisa selesaikan,” kata Trump usai hari kedua pertemuan dengan Xi dikutip dari Reuters, Jumat (15/5).

Trump berkunjung ke Cina sejak Rabu (13/5) dan berencana pulang Jumat sore ini. Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua Trump ke Cina, sebelumnya politisi Partai Republik ini mengunjungi Cina pada 2017.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...