Trump Sebut Kesepakatan Hampir Final, Iran Dikabarkan Setujui Usulan Damai

Ira Guslina Sufa
24 Mei 2026, 09:38
Iran
ANTARA FOTO/REUTERS/Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) /hp/sad.
Warga Iran memegang bendera selama rapat umum menandai Hari Quds tahunan atau Hari Yerusalem, pada hari Jumat terakhir bulan suci Ramadan di Teheran, Iran, Jumat (29/4/2022).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan sebuah kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran hampir final. Ia menyebut sebagian besar poin telah dinegosiasikan dan mencapai kesepakatan dan akan diumumkan dalam waktu dekat.

"Sebuah kesepakatan sebagian besarnya telah dinegosiasikan, tetapi masih perlu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan sejumlah negara lain," kata Trump melalui platform Truth Social, seperti dikutip Minggu (24/5). 

Trump mengatakan telah membahas rancangan kesepakatan tersebut melalui komunikasi yang sangat baik dengan sejumlah pemimpin kawasan. Ia mengaku juga sudah berkomunikasi via telepon dengan pemimpin rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu.

“Di samping berbagai elemen lain dalam kesepakatan, Selat Hormuz juga akan dibuka," ucap Trump.

Washington dan Teheran terus menegosiasikan usulan kesepakatan berikut balasannya melalui perantaraan Islamabad terkait pembukaan Selat Hormuz. Beberapa yang dibahas adalah upaya mengatasi kekhawatiran atas program nuklir Iran, dan pencabutan sanksi.

Sementara itu The New York Times memberitakan pemerintah Iran dilaporkan telah menyetujui rancangan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat. Iran juga sepakat untuk membuka kembali Selat Hormuz. 

“Usulan kesepakatan damai tersebut akan mencakup penghentian konflik di semua front, termasuk di Lebanon, dengan fokus utama pada pembukaan Selat Hormuz,” tulis New York Times mengutip tiga pejabat senior Iran.

Kesepakatan yang diusulkan mencakup pencabutan blokade laut AS terhadap Iran serta diizinkannya kembali lalu lintas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz yang strategis tanpa pemungutan bea lintas oleh Iran, kata The New York Times. Isu-isu terkait program nuklir Iran, yang menjadi ganjalan besar dalam negosiasi, akan dikesampingkan dalam pembicaraan terpisah dalam 30-60 hari.

Usulan kesepakatan juga meliputi pencairan aset-aset Iran senilai 25 miliar dolar AS yang dibekukan di luar negeri, menurut laporan itu. The New York Times menambahkan mediator Pakistan dan Qatar memfasilitasi perumusan kesepakatan damai tersebut.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...