31 Orang Tewas di Lebanon, Iran: AS Langgar Gencatan Senjata Terang-terangan
Ketegangan di Timur Tengah meningkat lagi. Berdasarkan laporan Al Jazeera, Rabu (27/5), eskalasi kembali memanas setelah serangan Israel di Lebanon selatan menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 40 lainnya pada Selasa waktu setempat.
Di saat bersamaan, koresponden Al Jazeera di Teheran mengatakan para pejabat Iran mengecam Amerika Serikat karena dinilai melakukan pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata yang sebelumnya diupayakan untuk meredakan konflik kawasan.
Pasukan Israel mengintensifkan operasi militer mereka di Lebanon Selatan dengan melancarkan serangan udara dan darat. Selain itu, militer zionis juga mengeluarkan puluhan perintah evakuasi bagi warga di sejumlah kota dan desa.
Situasi itu tak pelak memicu kepanikan di Lebanon Selatan. Warga dilaporkan berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka untuk menghindari serangan yang semakin meluas seiring pergerakan pasukan darat Israel ke wilayah Lebanon.
Di Teheran, Pemerintah Iran menilai serangan terbaru Amerika Serikat di wilayah selatan Iran pada Senin (25/5) lalu telah mengguncang upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Pemerintah Iran juga disebut kini tidak lagi menaruh kepercayaan terhadap komitmen Washington dalam proses diplomasi. Laporan Al Jazeera menyebut Teheran hanya memiliki "nol kepercayaan" setelah serangan AS di Iran Selatan.
Ketegangan semakin meningkat setelah juru bicara senior angkatan bersenjata Iran memperingatkan bahwa apabila perang AS-Israel kembali pecah di Iran, respons Teheran akan jauh lebih besar dibanding sebelumnya.
“Jauh lebih berat dan lebih kuat dan akan meluas melampaui perbatasan regional,” dikutip dari kantor berita semi-resmi Fars.
Di tengah situasi konflik, Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref mengumumkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah pertama untuk memulihkan akses internet penuh di negara tersebut setelah berminggu-minggu mengalami pembatasan dan pemadaman jaringan.
Pemulihan internet dinilai penting untuk menstabilkan aktivitas publik dan komunikasi masyarakat di tengah meningkatnya ketegangan keamanan kawasan.
