Jaksa AS Investigasi FIFA Imbas Dugaan Manipulasi Harga Tiket Piala Dunia 2026

Karunia Putri
28 Mei 2026, 09:09
trofi piala dunia
unsplash.com
Trofi Piala Dunia FIFA
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah negara bagian New York dan New Jersey di Amerika Serikat melayangkan surat pemanggilan pengadilan atau subpoena kepada Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Langkah ini merupakan bagian dari investigasi terhadap praktik dugaan manipulasi penjualan tiket Piala Dunia 2026 sehingga harganya melonjak signifikan. 

Jaksa Agung New York, Letitia James, dan Jaksa Agung New Jersey, Jennifer Davenport, menyatakan investigasi dilakukan setelah muncul laporan dari sejumlah penggemar yang tidak memperoleh kursi sesuai yang dijanjikan saat membeli tiket. Selain itu, pernyataan publik dan skema penjualan tiket FIFA diduga turut menyebabkan harga tiket melonjak tajam.

Kedua jaksa agung itu meminta FIFA memberikan informasi terkait praktik penjualan tiket, khususnya untuk pertandingan di Stadion MetLife, New Jersey. Stadion tersebut akan menjadi tuan rumah delapan pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk laga final pada 19 Juli 2026.

“Warga New York sudah menunggu bertahun-tahun agar Piala Dunia hadir di wilayah mereka, dan mereka berhak mendapatkan kesempatan membeli tiket dengan harga yang wajar,” ujar James, dikutip dari pernyataan resmi Kantor Jaksa Agung Negara Bagian New York, Kamis (28/5).

Dia menegaskan tidak seharusnya penggemar dimanipulasi untuk membayar harga sangat mahal demi mendapatkan kursi tertentu. Menurut dia, pembeli juga harus memperoleh tiket sesuai kategori yang dijanjikan.

Sementara itu, Davenport menilai FIFA membuat proses pembelian tiket menjadi penuh kebingungan, kelangkaan, dan harga yang sangat tinggi. “Kami berkomitmen untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap tindakan FIFA dan melindungi konsumen,” katanya.

Pada tahap awal penjualan tiket, FIFA membagi area stadion ke dalam empat kategori, yakni Category 1 hingga Category 4. Category 1 merupakan kursi dengan lokasi paling premium.

Namun, setelah banyak tiket terjual, FIFA memperkenalkan kategori baru bernama Front Category 1 hingga Front Category 4 yang berisi kursi paling strategis di masing-masing kategori. Harga tiket di kategori baru tersebut jauh lebih mahal.

Akibat perubahan itu, sejumlah pembeli tiket tahap awal mengaku tidak mendapatkan kursi terbaik dan justru ditempatkan di area yang lebih jauh dari lapangan atau berada di belakang gawang.

Selain itu, sebagian penggemar mengaku telah membeli tiket Category 1, tetapi ditempatkan di area Category 2 yang lokasinya lebih jauh dari lapangan.

Sementara itu, otoritas AS juga menyoroti lonjakan harga tiket Piala Dunia 2026 yang dinilai jauh lebih mahal dibanding edisi sebelumnya.

FIFA diketahui menggunakan skema variable pricing atau penyesuaian harga berdasarkan permintaan pasar. Dalam beberapa tahap penjualan selama beberapa bulan terakhir, harga tiket sejumlah pertandingan meroket drastis.

Sejumlah laporan media internasional menyebut FIFA menaikkan harga tiket lebih dari 90 dari total 104 pertandingan Piala Dunia periode Oktober 2025 hingga April 2026. Harga tiket pada tiga kategori utama tercatat naik rata-rata 34%.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...