Membedah Isi 14 Poin Kesepakatan Perjanjian Damai AS dan Iran

Hari Widowati
18 Juni 2026, 10:50
AS, Iran, perdamaian, perang Iran vs AS-Israel
Katadata/Hari Widowati/Chatgpt
Ilustrasi. Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) untuk mengakhiri perang pada Rabu (17/6).

7. AS berjanji untuk mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Republik Islam Iran, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB.

Resolusi Dewan Gubernur IAEA, semua sanksi unilateral AS, baik primer maupun sekunder, akan diakhiri sesuai jadwal yang disepakati sebagai bagian dari kesepakatan akhir. Republik Islam Iran dan AS mengakui pentingnya isu pengakhiran sanksi yang disebutkan di atas, dan menyatakan niat mereka untuk segera membahas isu-isu ini dalam negosiasi guna mencapai kesepakatan bersama.

AS telah memberlakukan berbagai jenis sanksi terhadap Iran sejak Revolusi 1979. Janji untuk mengakhiri sanksi AS dan sanksi internasional ini akan memungkinkan Republik Islam untuk memanfaatkan kekayaan minyaknya dengan cara baru.

Penghapusan semua sanksi akan jauh lebih luas daripada JCPOA, kesepakatan era Obama yang dibatalkan Trump selama masa jabatan pertamanya. Kesepakatan itu hanya mencabut sanksi sekunder yang terkait dengan program nuklir Iran.

Langkah ini juga akan melampaui sektor minyak. Sanksi saat ini mencegah Iran mengakses sektor perbankan internasional. Banyak sanksi AS terkait dengan dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok yang telah ditetapkan AS sebagai organisasi teroris, seperti Hizbullah. Ini bisa menjadi konsesi yang sangat luas.

8. Republik Islam Iran menegaskan kembali mereka tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir. AS dan Republik Islam Iran telah sepakat untuk menyelesaikan pembuangan uranium yang diperkaya sesuai dengan mekanisme yang akan disepakati bersama sesuai dengan jadwal yang disebutkan dalam paragraf tujuh, dengan metodologi minimum berupa pencampuran di tempat di bawah pengawasan IAEA. 

Kedua pihak juga sepakat untuk membahas masalah pengayaan dan hal-hal lain yang disepakati bersama terkait dengan kebutuhan nuklir Republik Islam Iran, berdasarkan kerangka kerja yang memuaskan yang disepakati dalam kesepakatan akhir. Kesepakatan akhir akan mengkonfirmasi ketentuan paragraf ini.

AS dan Republik Islam Iran mengakui pentingnya isu-isu nuklir yang disebutkan di atas. Mereka menyatakan niat mereka untuk segera membahas isu-isu ini dalam negosiasi untuk mencapai kesepakatan bersama.

Trump akan berpendapat janji ini adalah kemenangan AS karena Iran setuju mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Iran akan berpendapat mereka telah membuat janji ini ketika menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir. Namun, rincian masalah nuklir—dan kemampuan Iran untuk mengejar tenaga nuklir—tetap belum terselesaikan dalam perjanjian ini. 

Patut dicatat bahwa Iran tidak berjanji untuk meninggalkan tujuan tenaga nuklir dalam MOU ini. Bahasa dalam MoU ini tidak sekuat yang ada dalam JCPOA, di mana Iran menegaskan kembali “bahwa dalam keadaan apa pun Iran tidak akan pernah mencari, mengembangkan, atau memperoleh senjata nuklir.”

 

9. Sembari menunggu kesepakatan akhir, AS dan Republik Islam Iran sepakat untuk mempertahankan status quo. Republik Islam Iran akan mempertahankan status quo program nuklirnya saat ini, dan AS tidak akan memberlakukan sanksi baru dan tidak akan mengerahkan pasukan tambahan di kawasan tersebut.

Status quo tersebut adalah bahwa cadangan uranium Iran terkubur di bawah tanah dan AS tidak secara aktif berupaya untuk mengambilnya. Adapun sanksi baru, AS telah memberlakukan beberapa sanksi baru sejak awal perang. Sanksi-sanksi ini menargetkan aset digital dan jaringan pengiriman Iran.

10. AS berjanji bahwa segera setelah penandatanganan MoU ini dan hingga pencabutan sanksi, Departemen Keuangan AS akan mengeluarkan pengecualian untuk ekspor minyak mentah Iran, produk minyak bumi, dan turunannya, serta semua layanan terkait, termasuk transaksi perbankan, asuransi, transportasi, dan lain-lain

AS akan mengizinkan Iran menjual minyaknya, meskipun ada sanksi, sementara kesepakatan akhir sedang dinegosiasikan. Ini adalah konsesi yang menguntungkan yang akan memberikan bantuan langsung bagi perekonomian Iran. Ini juga akan membantu perekonomian dunia dengan memulihkan pasokan minyak yang telah terhambat oleh perang.

11. Amerika Serikat berjanji untuk menyediakan sepenuhnya dana dan aset Republik Islam Iran yang dibekukan atau dibatasi penggunaannya untuk digunakan pada saat pelaksanaan MoU ini. AS dan Republik Islam Iran akan saling menyepakati prosedur terkait pencairan dana tersebut selama negosiasi.

Dana tersebut, baik yang disimpan di rekening awal atau ditransfer, akan dapat digunakan sepenuhnya untuk pembayaran kepada penerima akhir yang ditunjuk oleh Bank Sentral Republik Islam Iran. AS berjanji untuk menerbitkan semua izin dan otorisasi yang diperlukan.

Mencairkan aset-aset ini bukanlah tindakan yang tidak penting. Iran bersikeras untuk mengeluarkan US$ 24 miliar (Rp 428,35 triliun) untuk mencairkan aset-asetnya. Hal ini telah dikatakan Mohsen Rezaei, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei, kepada CNN sebelum perjanjian itu diselesaikan.

Namun, nilai aset Iran yang dicairkan bisa jadi jauh lebih besar. Meskipun nilai pasti dana beku Iran tidak tersedia untuk umum, media dan analis Iran memperkirakan jumlahnya berkisar antara US$ 124 miliar (Rp 2.213 triliun) hingga US$ 167 miliar (Rp 2.980,6 triliun). Sebagian besar dana yang pada akhirnya dicairkan kemungkinan besar akan dibelanjakan di luar Iran untuk barang dan impor.

12. AS dan Republik Islam Iran sepakat bahwa mekanisme eksekutif akan dibentuk untuk memantau keberhasilan implementasi Nota Kesepahaman ini dan kepatuhan di masa mendatang terhadap kesepakatan akhir.

Kedua pihak akan menyepakati proses untuk memverifikasi kepatuhan terhadap perjanjian tersebut. Jika mereka membutuhkan contoh, mereka dapat melihat kembali pada JCPOA, yang dibatalkan Trump pada masa jabatan pertamanya dan kemudian juga ditinggalkan oleh Iran.

13, Setelah penandatanganan MoU ini, dan tergantung pada awal implementasi paragraf 1, 4, 5, 10, dan 11 MoU ini, dan berlanjutnya implementasi langkah-langkah ini, AS dan Republik Islam Iran akan memulai negosiasi mengenai kesepakatan akhir secara eksklusif pada paragraf lainnya.

Untuk mewujudkan MoU ini, AS harus mencabut blokade lautnya dan mengizinkan Iran mengakses dana dan asetnya yang dibekukan atau dibatasi. Iran harus membuka Selat Hormuz. Mewujudkan komitmen tersebut diperlukan untuk mencapai kesepakatan yang lebih besar.

Vance menyatakan kesepakatan akan dilakukan secara bertahap dan bergantung pada kinerja. “Kami memiliki kemampuan untuk menyambut mereka ke dalam perekonomian dunia jika mereka berhasil,” kata Vance kepada Tapper dari CNN. “Kami juga mempunyai kemampuan untuk mengatakan, Anda tidak akan mendapatkan apa pun jika Anda tidak memenuhi kewajiban Anda.”

14. Kesepakatan akhir akan disahkan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat.

AS dan Iran sepakat perjanjian akhir ini perlu disetujui oleh seluruh Dewan Keamanan PBB, yang mencakup lima anggota tetap dengan hak veto: AS, Inggris, Prancis, Tiongkok, dan Rusia. Hal ini akan membuat pembatalan kesepakatan menjadi perhatian global dan lebih sulit bagi pemerintahan AS atau rezim Iran di masa depan.

Halaman:
add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...