Keir Starmer Mengundurkan Diri, Saham dan Poundsterling Melemah Tipis
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan ia akan mengundurkan diri dan membuka jalan bagi pemilihan internal di dalam Partai Buruh yang berkuasa untuk menunjuk perdana menteri berikutnya. Pasar keuangan Inggris menunjukkan reaksi yang relatif tenang terhadap berita yang diumumkan Senin (22/6) itu.
Nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS turun 0,1% menjadi US$ 1,3220. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris tenor sepuluh tahun naik tipis menjadi 4,85%.
Indeks FTSE 100, yang terdiri atas seratus perusahaan terbesar berdasarkan nilai pasar yang terdaftar di Bursa London, turun 0,1% dalam perdagangan Senin (22/6) pagi waktu setempat.
Starmer mengatakan ia telah meminta komite eksekutif nasional Partai Buruh untuk menetapkan jadwal pemilihan calon penggantinya. Pemilihan tersebut akan diselesaikan sebelum reses musim panas Parlemen Inggris. Itu berarti pemimpin baru akan terpilih sebelum September 2026. Starmer akan tetap menjadi perdana Menteri Inggris hingga saat itu.
Menurut laporan Barron's, Andy Burnham, mantan Wali Kota Greater Manchester yang dianggap lebih condong ke kiri daripada Starmer, adalah calon yang difavoritkan untuk memenangkan kontestasi kepemimpinan Partai Buruh.
Pengguna pasar prediksi online Polymarket memperkirakan ada peluang 96% Burnham akan menjadi perdana menteri Inggris berikutnya. Polymarket memiliki kemitraan berbagi data dengan Dow Jones, penerbit Barron's.
Pergeseran Kebijakan
Terpilihnya Burnham sebagai perdana menteri dapat menandai pergeseran kebijakan. Burnham mengatakan pemerintah tidak boleh "terikat" pada pasar obligasi. Hal ini mengindikasikan ia akan mendukung pengeluaran anggaran yang lebih bebas. Namun, ia kemudian mengadopsi sikap yang lebih ramah pasar, termasuk merekrut mantan kepala ekonom Bank of England sebagai penasihat.
"Para pengawas obligasi" di kabinet Starmer telah menjaga kebijakan fiskal Inggris tetap terkendali sejak anggaran mini Perdana Menteri Konservatif Liz Truss membawa bencana pada September 2022. Kebijakan Truss ini menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah Inggris melonjak dan nilai tukar poundsterling anjlok.
Starmer dan menteri keuangannya, Rachel Reeves, telah menjadikan penyeimbangan anggaran sebagai prioritas, meskipun hal itu terbukti tidak populer di kalangan pemilih.
“Ujian utama sekarang bagi pasar adalah siapa yang akan menjadi calon menteri keuangan. Menteri Keuangan petahana, Rachel Reeves, telah berhasil meredakan kekhawatiran pasar melalui komitmen yang kuat terhadap aturan fiskal—pasar. Ia akan mencari jaminan serupa dari penggantinya,” kata analis ING, Francesco Pesole, dalam catatan risetnya, seperti dikutip Barron's.
