Iran Ancam Balasan Keras atas Sanksi Baru AS

Muhammad Almer Sidqi
25 Agustus 2026, 09:45
Reaksi masyarakat Iran setelah Ayatollah Khameini meninggal
Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Masyarakat Iran berkumpul di Lapangan Enghelab, pada Minggu (1/3), setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan Israel dan AS pada hari Sabtu (28/2), di Teheran, Iran.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan paket sanksi ekonomi baru terhadap Teheran. Iran memperingatkan akan memberikan respons keras, termasuk kepada negara-negara yang membantu pelaksanaan sanksi tersebut.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington akan memperluas tekanan ekonomi untuk memutus sumber pendapatan Iran. AS juga memperingatkan negara lain agar menghentikan hubungan finansial dan perdagangan dengan Iran atau menghadapi konsekuensi dari Washington.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Trump untuk menekan Iran setelah konflik yang berlangsung selama sekitar enam bulan. Pemerintah AS berupaya menggunakan tekanan ekonomi untuk memaksa Teheran mengakhiri program nuklirnya dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Menyikapi itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, memperingatkan bahwa Iran akan memberikan respons keras terhadap perluasan sanksi AS, termasuk langkah-langkah yang bakal menyasar negara-negara yang dinilai bekerja sama dengan Washington.

“Setiap eskalasi dalam situasi ini tentu akan menimbulkan konsekuensi,” katanya, dikutip dari AP News, Selasa (25/8).

Ancaman serupa sebelumnya juga dilontarkan oleh kepala badan keamanan tertinggi Iran, Mohsen Rezaei. Respons dari otoritas Iran ini muncul ketika tekanan ekonomi terhadap negara itu semakin berat. Nilai mata uang Iran terus tertekan, sementara inflasi diperkirakan mendekati 70%. Kondisi tersebut memperburuk daya beli masyarakatnya dan menambah tekanan terhadap perekonomian Iran.

Tekanan terhadap Iran juga kian parah setelah Uni Emirat Arab (UEA) menghentikan seluruh perdagangan dan transaksi dengan Iran. Keputusan ini diambil setelah UEA melaporkan adanya serangan rudal dari Iran, meski Teheran membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut.

UEA sebelumnya merupakan salah satu jalur perdagangan penting bagi Iran dan menjadi salah satu pusat perdagangan kembali (re-export) yang membantu Teheran menghadapi sanksi internasional.

Di sisi lain, Cina mengecam kebijakan sanksi terbaru AS dan memperingatkan bahwa peningkatan tekanan ekonomi dapat memperburuk ketidakstabilan ekonomi global.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...