Prabowo Tiba di Tanah Air dari Kunjungan ke India, Bawa Tiga Pesan di KTT BRICS

Ira Guslina Sufa
14 September 2026, 06:33
Prabowo
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bay/wsj.
Presiden Prabowo Subianto tiba untuk menghadiri Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta,
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto tiba di tanah air pada Senin dini hari setelah menyelesaikan kunjungan kerja di New Delhi untuk menghadiri KTT BRICS 2026. Pesawat yang membawa Prabowo dan rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 00.08 WIB.

Kedatangan Prabowo disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Juga ada panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Muhammad Herindra.

Prabowo menghadiri KTT BRICS 2026 sebagai anggota penuh selama kunjungan kerjanya di New Delhi pada 12-13 September 2026. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan pentingnya kebersamaan negara-negara BRICS untuk memperkuat posisi dan ketahanan masing-masing negara.

“Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita, lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera,” ucap Prabowo seperti dikutip Senin (14/9). 

Prabowo menyatakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun bangsa yang tangguh dan mandiri. Kunjungan Presiden Prabowo ke New Delhi sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama dengan negara-negara anggota dan mitra BRICS.

Kehadiran Indonesia dalam rangkaian KTT BRICS 2026 juga menjadi bagian dari upaya mendorong kolaborasi lebih erat dalam menghadapi dinamika global serta mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian agenda di New Delhi, Prabowo bersama rombongan terbatas langsung kembali ke Tanah Air. Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan tersebut Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Bawa Tiga Pesan di KTT BRICS

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo membawa tiga pesan utama Indonesia dalam KTT BRICS 2026. Tiga pesan itu yakni kemandirian nasional, persatuan Global South, dan penguatan kerja sama BRICS. 

“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” kata Teddy dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (14/9).

Teddy mengatakan tiga pesan tersebut ditekankan Presiden Prabowo saat menghadiri sesi terbatas KTT BRICS 2026 bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” pada Sabtu (12/9). Menurut Teddy, pesan pertama menitikberatkan pada pentingnya kemandirian dan ketahanan nasional yang dimulai dari kemampuan negara memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat.

Ketahanan pangan, energi, dan pendidikan, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi modal Indonesia untuk menentukan arah pembangunan dan kepentingan nasional secara mandiri. Pesan kedua Presiden Prabowo adalah memperkuat persatuan negara-negara Global South. Kepala Negara mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia dengan mengutip pepatah Indonesia.

“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika. Negara-negara Global South kini berdiri setara untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depannya sendiri,” ungkap Teddy.

Teddy mengatakan semangat Konferensi Asia-Afrika kembali relevan ketika negara-negara berkembang memiliki posisi yang semakin penting dalam perekonomian dan geopolitik dunia.

Pesan ketiga Prabowo menyoroti besarnya kekuatan BRICS yang mewakili separuh populasi dunia. Potensi tersebut, menurut Presiden, perlu diterjemahkan menjadi kolaborasi konkret yang memberikan manfaat bagi negara-negara berkembang.

“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini harus diubah menjadi kerja sama yang nyata: memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan, serta membuka peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” tutur Teddy.

Selain tiga pesan tersebut, Prabowo mendorong terciptanya tata kelola global yang lebih adil dan inklusif dengan tetap menempatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai pusat sistem multilateral dunia. Teddy menjelaskan Indonesia melalui keanggotaan di BRICS terus aktif mendorong tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan damai bagi seluruh bangsa.

 



add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...