Ini Dampak Terlalu Banyak Minum Air yang Berbahaya Bagi Tubuh
Tubuh manusia membutuhkan air untuk bisa berfungsi dengan baik. Namun rupanya, jika manusia terlalu banyak mengkonsumsi air juga tidak baik bagi tubuh.
Dilansir dari laman Gooddoctor.com, terlalu berlebihan mengkonsumsi air dapat menyebabkan overhidrasi bagi tubuh manusia. Overhidrasi atau keracunan air terjadi ketika seseorang minum lebih banyak air daripada yang bisa dikeluarkan ginjalnya melalui urine.
Namun, jumlah air bukan satu-satunya faktor, waktu juga berperan. Dilansir dari Medical News Today, keracunan air dan hiponatremia (gangguan kadar natrium dalam darah) berkepanjangan diketahui pernah terjadi pada tahanan berusia 22 tahun yang sehat dan meminum 6 liter air dalam tiga jam.
Dampak Terlalu Banyak Minum Air
Kondisi overhidrasi menyebabkan banyaknya kadar natrium dan elektrolit dalam tubuh. Fungsi dari natrium dan elektrolit sendiri adalah untuk membantu menjaga keseimbangan cairan masuk dan keluar sel.
Ketika kadar natrium dan elektrolit turun karena jumlah air terlalu tinggi di dalam tubuh, cairan akan masuk ke dalam sel dan membuatnya membengkak. Hal inilah yang membuat seseorang berisiko mengalami kejang, koma, atau bahkan tidak sadarakan diri.
Minum terlalu banyak air juga bisa membuat seseorang mengalami gangguan fungsi otak. Hal ini bisa terjadi karena air yang terlalu banyak di dalam sel-sel otak bisa menyebabkannya membengkak dan menimbulkan tekanan.
Jenis-Jenis Overhidrasi
Dalam kondisi tersebut, seseorang mungkin akan mengalami kebingungan, kantuk, dan sakit kepala. Jika dibiarkan, tekanan akan semakin meningkat dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang lebih berat. Misalnya hipertensi, dan detak jantung rendah.
Kondisi bernama overhidrasi ini mungkin sangat jarang sebabkan kematian, tapi kondisi tersebut tetap mungkin terjadi. Secara umum ada dua jenis kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami overhidrasi, yakni.
Minum air terlalu banyak
Dalam sehari manusia disarankan minum air putih maksimal 8 gelas, jangan minum lebih dari itu. Pasalnya, minum terlalu banyak air dan ginjal tidak bisa menyaring semuanya, kemungkinan kadar air di dalam pembuluh darah juga akan meningkat.
Tubuh menahan air terlalu banyak
Biasanya kondisi ini muncul akibat kondisi kesehatan tertentu. Dua hal di atas sama-sama berbahaya. Meski beberapa orang hanya merasa kembung, gangguan yang lebih kronis bisa saja terjadi.
Tanda-Tanda Overhidrasi
Beberapa indikator di bawah bisa menjadi acuan awal untuk mengetahui apa tubuh mengalami overhidrasi atau tidak.
Warna urine
Salah satu cara terbaik untuk menentukan apakah tubuh minum terlalu banyak air adalah dengan memantau warna urine. Urine tidak berwarna, kemungkinan orang tersebut terlalu banyak minum, kurangi jumlah air yang dikonsumsi. Sementara urine yang berwarna sepucat jerami menandakan jumlah air yang dikonsumsi sudah cukup dan kamu terhidrasi dengan baik.
Terlalu sering ke kamar mandi
Tanda lainnya dari overhidrasi adalah buang air kecil lebih sering dari biasanya. Dilansir dari Web MD, rata-rata seseorang harus buang air kecil sebanyak enam sampai delapan kali sehari. Jika lebih dari itu, bisa jadi tubuh mengandung air terlalu banyak.
Mual atau muntah
Ketika tubuh memiliki terlalu banyak air di dalamnya, ginjal tidak dapat mengeluarkan kelebihan cairan dengan baik. Akibatnya cairan mulai terkumpul di dalam tubuh, dan menyebabkan mual, muntah, sampai diare.
Sakit kepala sepanjang hari
Kelebihan air dalam tubuh menyebabkan kadar garam tubuh turun dan sel membengkak. Pembengkakan ini bisa menyebabkan sel-sel tersebut tumbuh membesar. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pada sel yang berada di otak, pertumbuhan tersebut bisa menekan tengkorak dan menyebabkan sakit kepala berdenyut, kerusakan otak, hingga kesulitan bernapas.
Perubahan warna tangan, kaki, dan bibir
Saat tubuh mengalami overhidrasi, akan muncul beberapa pembengkakan atau perubahan warna pada kaki, tangan, dan bibir. Saat sel membengkak, kulit juga akan ikut membengkak.
Mudah lelah
Minum terlalu banyak air menyebabkan ginjal bekerja terlalu keras untuk membuang kelebihannya. Ini menciptakan reaksi hormon yang membuat tubuh mudah merasa stres dan lelah.
Keram Otot
Kandungan natrium larut bersama dengan urine, tubuh jadi kekurangan natrium. Alhasil, otot akan lebih mudah mengalami kram dan kejang.
Melansir Mayo Clinic, natrium dibutuhkan untuk mengatur jumlah air di dalam tubuh. Itu karena, kebutuhan natrium harus segera dipenuhi dengan minuman elektrolit, atau makanan yang mengandung elektrolit seperti pisang dan selai kacang.
Cara Mengatasi Overhidrasi
Jika tubuh mulai menunjukkan gejala overhidrasi, segera lakukan beberapa cara untuk menanganinya. Berikut ini cara menangani overhidrasi yang mudah dan cepat.
- Jangan minum air lagi dalam jumlah banyak kecuali memang benar-benar membutuhkannya.
- Sebisa mungkin mengonsumsinya obat atau minuman dengan fungsi diuretik seperti kopi atau teh. Dengan konsumsi ini Anda akan lebih sering mengalami buang air kecil, sehingga cairan di dalam tubuh bisa dikurangi dengan cepat.
- Hentikan penggunaan obat yang menyebabkan overhidrasi. Apabila obat tersebut cukup penting, lakukan konsultasi dengan dokter terkait dengan kemungkinan obat diganti agar kondisi kelebihan cairan yang berbahaya tidak terjadi.
- Hentikan aktivitas yang membutuhkan banyak air padahal jumlah cairan di dalam tubuh masih tinggi.
- Ganti garam kalau mulai lemas dan pusing
