Perbedaan KPR Subsidi dan KPR non Subsidi, Berapa Gaji Minimal?
ZIGI – Kredit kepemilikan rumah (KPR) adalah produk pembiayaan atau pinjaman, yang dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi seseorang yang menginginkan kepemilikan rumah dengan dana tunai yang tak mencukupi untuk membeli rumah.
Produk ini sangat diminati bagi pasangan suami istri yang mencari kediaman pribadi. Tahukah kamu bahwa terdapat perbedaan antara KPR subsidi dan KPR non subsidi? Sebelum menentukan skema pembelian rumah melalui KPR, kamu harus mengetahui perbedaannya terlebih dulu.
Syarat pengajuan KPR
Bank BTN memiliki dua produk KPR yaitu KPR subsidi dan KPR non subsidi bernama KPR Platinum. KPR subsidi adalah program untuk pemilikan rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Memiliki suku bunga rendah, serta cicilan yang ringan untuk pembelian rumah sejahtera tapak dan rumah sejahtera susun.
Sedangkan KPR Platinum adalah program KPR non subsidi dari Bank BTN untuk keperluan pembelian rumah dari developer ataupun non developer, baik untuk pembelian rumah baru atau bekas, pembelian rumah siap huni (ready stock) atau belum jadi (indent), maupun take over kredit dari Bank lain. Berikut beberapa perbedaan KPR subsidi dan nonsubsidi dari segi syarat.
1. Syarat KPR subsidi
- WNI berusia 21 tahun atau telah menikah
- Usia pemohon tidak melebihi 65 tahun pada saat kredit jatuh tempo. Khusus peserta ASABRI yang mendapatkan rekomendasi dari YKPP, usia pemohon s.d. 80 tahun pada saat kredit jatuh tempo
- Pemohon maupun pasangan (suami/isteri) tidak memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah. Dikecualikan 2 kali untuk TNI/Polri/PNS yang pindah tugas
- Memiliki e-KTP dan terdaftar di Dukcapil
- Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku
- Pengembang wajib terdaftar di Kementerian PUPR
- Spesifikasi rumah sesuai dengan peraturan pemerintah
2. Syarat KPR non subsidi (KPR Platinum)
- WNI dengan usia min 21 tahun atau telah menikah, memiliki status karyawan tetap/wiraswasta/professional
- Lama bekerja karyawan min 1 tahun, lama usaha/profesi min 1 tahun
- Usia Pemohon tidak melebihi 65 tahun
- Pemohon wajib menutup asuransi (jiwa dan kebakaran) dengan syarat Banker Clause
- Bersedia menandatangani perjanjian kredit dan APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan)
- Pembayaran angsuran secara auto debet dari rekening Pemohon yang bersangkutan di Bank BTN
Gaji minimal KPR Subsidi 2021
Gaji atau penghasilan minimal pokok pada KPR subsidi tidak melebihi Rp 4 juta untuk Rumah Sejahtera Tapak dan Rp 7 juta untuk Rumah Sejahtera Susun. Sedangkan untuk KPR non subsidi minimal gaji atau penghasilam pokok sebesar Rp 3 juta perbulannya.
Jenis suku bunga
Perbedaan KPR subsidi dan non subsidi, terletak pada jenis suku bunganya. Untuk KPR subsidi, suku bunga 5,00% fixed untuk sepanjang jangka waktu kredit. Sedangkan untuk KPR non subsidi terdapat fixed 2 tahun dengan suku bunga 8,88% yang berlaku untuk plafon Rp 250 juta s.d Rp 1,5 milyar bagi nasabah yang memiliki penghasilan tetap.
Kemudian terdapat fixed 3 tahun dengan suku bunga 8,88% bagi nasabah prioritas bank BTN atau nasabah yang menggunakan payroll/kolektif ASN/BUMN/TNI-Polri. Terakhir terdapat fixed 2 tahun dengan suku bunga 9,49%, berlaku untuk maksimal kredit di bawah Rp 250 juta.
Lokasi rumah
Lokasi rumah pada KPR subsidi rata-rata jauh dari pusat kota, karena tujuan utama pembangunan untuk mengembangkan kota baru. Sedangkan untuk rumah KPR non subsidi rata-rata berlokasi strategis di pusat kota, dekat dengan fasilitas umum.
Waktu renovasi rumah
Waktu renovasi rumah pada rumah bersubsidi menerapkan peraturan di mana hunian tersebut, dapat direnovasi setelah dua tahun pertama. Sedangkan untuk KPR non subsidi, pemilik diperbolehkan untuk melakukan renovasi rumah tanpa ketentuan waktu minimal maupun maksimal.
Cek Subsidi KPR BTN
Bagi nasabah yang mengajukan KPR di Bank BTN, dapat meliihat jenis dan besaran subsidi yang diberikan oleh pemerintah. Cara mengeceknya pun cukup mudah. Bagi nasabah yang menerima pemberitahuan melalui email, detail subsidi yang diterima tertera secara rinci.
Mulai dari jangka waktu hingga jumlahnya. Sedangkan bagi nasabah yang menerima pemberitahuan melalui SMS, dapat mengecek subsidi melalui situs kelolaan sembilan institusi negara dengan cara klik di sini. Nasabah harus memasukan nomor NPWP atau NIK.
Cara mendaftar KPR Rumah
Berikut cara mengajukan permohonan KPR non subsidi (KPR Platinum) dan KPR subsidi di Bank BTN.
1. KPR non subsidi
- Ajukan permohonan Kredit KPR BTN Platinum ke Kantor Cabang Bank BTN terdekat
- Isi formulir aplikasi permohonan dengan benar dan lengkap
- Lengkapi seluruh berkas permohonan Kredit KPR BTN Platinum dan serahkan kepada Petugas Loan Service yang ada pada Kantor Cabang
- Apabila telah mendapatkan persetujuan kredit, segera persiapkan biaya pra realisasi kredit pada rekening tabungan pemohon
- Penandatanganan perjanjian kredit dan akta jual beli
2. KPR subsidi
- Pemohon mencari lokasi rumah yang akan diinginkan, atau bisa mendapatkan info melalui situs resmi BTN dengan klik link di sini atau mendapatkan info di Outlet BTN terdekat, pameran property dan lain sebagainya
- Siapkan dokumen yang diperlukan
- Berkas permohonan akan di proses oleh Bank BTN, di antaranya adalah Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), verifikasi data, dan analisa
- Jika permohonan disetujui, Pemohon mempersiapkan kecukupan dana di Tabungan BTN
- Melakukan Akad Kredit
- Proses pencairan permohonan dimulai
