Apa Itu Culture Shock? Begini Tahapan Gejala dan Contohnya

Image title
8 November 2021, 22:10
Ilustrasi culture shock
Unsplash
Ilustrasi culture shock

ZIGI – Culture shock banyak dialami oleh individu meski sebenarnya perasaan tersebut normal dirasakan. Akan tetapi jika gejala culture shock tidak tertangani dengan baik, bisa memicu timbulnya depresi.

Setiap orang punya waktu yang berbeda untuk mengatasi culture shock ini. Beberapa orang bisa mengatasinya hanya dalam itungan minggu atau bahkan yang lain bisa lebih dari itu. Yuk kenali apa itu culture shock dan contohnya di bawah ini!

Baca Juga: Perbedaan Wibu dan Otaku, Istilah yang Perlu Diketahui Anime Lovers

Apa Itu Culture Shock?

Ilustrasi anxiety
Photo : Unsplash
Ilustrasi anxiety

Kamu merasa bingung ketika pertama kali berada di tempat baru? Tenang saja, itu hal umum yang bisa terjadi pada siapapun. Berada di tempat yang tidak familiar, bertemu dengan orang asing, hingga kebiasaan baru memang bisa menyebabkan gegar budaya atau biasa disebut dengan culture shock.

Culture shock adalah hal biasa yang dialami oleh mereka yang mencoba pengalaman baru. Dikutip Zigi.id dari situs Now Health pada Senin, 8 November 2021, gegar budaya mungkin bisa memunculkan perasaan bingung, cemas, frustasi, kesepiaan, hingga perasaan untuk kembali. Pada beberapa orang, culture shock bahkan bisa membuat insomnia.

Dalam masa itu, kamu akan belajar untuk mengamati hingga belajar untuk 'cocok' dengan lingkungan baru. Jika fase culture shock sudah terlewati, maka artinya kamu sudah sukses beradapatasi. Ada beberapa tahap ketika seseorsang mengalami culture shock.

1. Tahap Perkenalan (Honeymoon Stage)

Fase pertama ini biasanya dimulai dengan keterpukauan terhadap lingkungan baru. Perasaan semangat dan merasa terpesona karena berada di tempat berbeda. Harapan tempat baru akan membawa peruntungan yang lebih baik adalah penyemangat.

Biasanya fase ini dapat terjadi beberapa minggu hingga bulan. Namun, ketika perasaan semangat, terpesona, dan euforia lain hilang, individu akan berada di tahap selanjutnya.

2. Tahap Negoisasi (Negotiation Stage)

Di tahap culture shock ini, seseorang akan mengalami frustasi dan kecemasan. Biasanya muncul dalam tiga bulan, meskipun bisa lebih awal untuk beberapa orang. Pada masa inilah perasaan gembira berangsur-angsur hilang dan diganti dengan rasa tidak nyaman.  

Rasa rindu terhadap keluarga, teman, hingga muncul gejala sakit ringan bisa dialami selama tahap negoisasi. Keinginan untuk merasa marah, rasa sedih terus-menerus, bingung, cemas, dan segala hal negatif lain ikut muncul.

3. Tahap Penyesuaian (Adjusment Stage)

Emosi negatif tersebut akan berangsung-angsur hilang ketika sudah memasuki masa penyesuaian. Culture shock tidak akan berlangsung selamanya karena manusia memang memiliki kemampuan untuk beradaptasi. Fase ini akan datang di enam atau 12 bulan setelah berada di tempat baru.

Individu akan mulai menyesuaikan ritme lingkungan, kebiasaan orang sekitar hingga cara hidup. Pertemanan dan relasi yang luas akan membantu proses penyesuaian.

4. Tahap Adaptasi (Adaptation Stage)

Fase adaptasi adalah ketika kamu sudah merasa nyaman dengan aktivitas sekitar, mulai tidak merasakan cemas berlebih karena perbedaan lingkungan, hingga mampu memahami adat istiadat di tempat yang sekarang ditinggali. Ini menjadi awal ketika individu merasa betah.

Ketika sudah mengenal culture shock, maka kamu juga akan mengetahui bahwa fase tersebut tidak akan selamanya hadir. Adaptasi adalah kemampuan dasar dari individu, sehingga tidak perlu khawatir berlebih dengan dampak yang akan dialami.

 

Contoh Culture Shock Yang Mungkin Kamu Akan Alami

Iilustrasi adaptasi
Photo : Unsplash
Iilustrasi adaptasi

Ada banyak contoh culture shock yang bisa dialami oleh banyak orang. Pengalaman ini tidak hanya terjadi ketika kamu pindah dari kota satu ke kota lain. Berikut contoh-conton culture shock yang bisa kamu alami.

Pekerjaan Baru

Mendapatkan pekerjaan baru bisa menyebabkan culture shock juga lho. Mungkin kamu bingung dengan hal pertama yang harus kamu lakukan ketika masuk kantor. Bisa juga sulit berbaur karena belum mengenal teman kerja yang lain. Tenang saja, fase adaptasi ini bisa terjadi dalam beberapa minggu sampai akhirnya kamu merasa nyaman dengan pekerjaan dan kantor yang baru.  

Pindah Tempat Tinggal

Memutuskan untuk tinggal di kota lain adalah keputusan yang sulit. Berbeda kota berarti beda gaya hidup, budaya kerja, makanan dan minuman, hingga kualitas pendidikan. Jauh dari keluarga dan teman dekat bisa memicu perasaan homesick di awal.

Culture Shock di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 baru dirasakan oleh banyak orang di dunia sejak awal tahun 2020. Pembatasan ruang gerak membuat semua orang harus belajar beradaptasi. Dari yang sebelumnya sekolah tatap muka harus dipaksa menjadi daring (dalam jaringan). Belum bagi mereka yang kerja di kantor, maka harus harus kerja secara WFH (Work From Home).

Kelelahan dan kecemasan karena menatap layar dalam waktu yang lama, hingga perasaan terkungkung di rumah bisa bisa membuat banyak emosi negatif keluar. Lama kelamaan individu akan bisa beradaptasi dengan aktivitas secara online.

Ingat, setiap individu punya waktu sendiri untuk mengatasi culture shock. Tidak ada patokan yang sama, sehingga tidak perlu cemas jika kamu butuh waktu lama untuk beradaptasi.

Untuk bisa melewati masa ini, kamu harus belajar untuk mengenal culture shock supaya bisa cepat beradaptasi. Pengetahuan ini akan membuat rasa cemasmu berkurang saat harus menghadapi hal-hal baru ke depannya.

Baca Juga: Makna dan Sejarah di Balik Perayaan Boyfriend Day

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...