Menyusuri Kerusakan Lingkungan Akibat Tumpahan Minyak ONWJ

Image title
30 Agustus 2019, 16:11
Karawang, tumpahan minyak, ONWJ
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Tampak tumpahan minyak ONWJ yang bocor di tengah laut Desa Pasir Putih, Karawang, Jawa Barat (20/8).

Angin berembus kencang membawa aroma minyak saat menjejaki pantai Pisangan, Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, awal Agustus lalu. Pantai wisata di Karawang tersebut menjadi sepi pengunjung sejak minyak dan gas tumpah dari Blok ONWJ yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi pada 12 Juli lalu.

Untuk menghalau bau minyak, beberapa pedagang yang membuka warung mengenakan masker. “Belum ada keluhan penyakit, cuma bau saja,” kata seorang ibu penjaga warung. Dia mengeluhkan warungnya yang sepi pelanggan karena turis semakin jarang berkunjung ke pantai. 

Advertisement

Terlihat juga beberapa anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) lalu-lalang membawa ratusan lembar kain kasa ke pinggir pantai. Mereka bagian dari tim yang membantu menangani pencemaran pantai dan air laut. Kain kasa untuk menyerap minyak di pasir pantai. Setelah terserap kain itu diangkat, pasir yang sudah tercemar digali dan dimasukan ke dalam karung.

Pada pekan lalu, Katadata.co.id menyisir laut Karawang untuk mengamati dampak tumpahan minyak di laut. Kami berangkat dari dermaga di Desa Pasir Putih, yang berjarak sekitar enam mil dari rig Pertamina.

(Baca: Reportase: Kisah Nelayan Jadi Kuli Limbah Minyak Blok ONWJ di Karawang)

Ditemani tiga orang Anak Buah Kapal (ABK), kami membelah laut Karawang dengan sebuah kapal nelayan pada Selasa (20/8) sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah satu jam perjalanan, kami belum melihat ceceran tumpahan minyak di laut.

Seorang nelayan, Ahmad Fanani (39) mengatakan angin membawa tumpahan minyak itu ke arah barat. “Tumpahan minyak terbawa ke Karawang Barat, jadi tidak terlihat dampaknya secara fisik di sini,” kata Fani.

Kami terus melanjutkan perjalanan ke arah rig milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Tak lama kemudian, kami menemukan ceceran minyak sekitar 1-3 kilometer yang terbentang hingga ke arah barat.

karawang
Tumpahan minyak dari Blok ONWJ  di tengah Laut Pasir Putih, Karawang, Jawa Barat (20/8). (Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA)

Minyak yang tak bisa menyatu dengan air itu mengapung mengikuti arah arus laut. Dekat dari tumpahan minyak, terlihat seekor ikan belanak tak bernyawa. Tak bisa dipastikan sudah berapa ikan yang mati karena tragedi tumpahan minyak ini.

(Baca: Petugas Pemda Bersihkan Tumpahan Minyak Pertamina di Kepulauan Seribu)

Laut yang berseberangan dengan Desa Pasir Putih ini merupakan zona tangkap ikan Kabupaten Karawang. Bahkan banyak nelayan dari desa lain yang mulai berlayar dari Desa Pasir Putih.

Sejak tragedi tumpahan minyak, tak ada satu pun nelayan yang terlihat berlayar. Nelayan kapok karena hasil tangkapan turun drastis, tak sesuai dengan risiko dan jerih payah yang dikorbankan.

Rajungan yang merupakan salah satu hasil laut paling banyak di Desa Pasir Putih mendadak menghilang. Padahal biasanya dalam satu kapal nelayan dapat menangkap 10-50 kilogram rajungan. Setelah tumpahan minyak, nelayan hanya berhasil menangkap 1-2 ekor saja.

Halaman:
Editor: Yuliawati
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement