ZAP Beauty Clinic Bakal Ekspansi ke Asia Tahun Depan
Klinik kecantikan PT Zulu Alpha Papa (ZAP) atau lebih dikenal dengan ZAP Beauty Clinic, mengincar ekspansi ke Asia pada 2019. Korea Selatan menjadi target utama ekspansi ZAP Beauty Clinic sebelum membidik negara-negara lain.
Chief Executive Officer (CEO) ZAP Beauty Clinic Fadly Sahab mengatakan, saat ini ZAP Beauty Clinic sudah memiliki 41 cabang. "Tahun depan, di Indonesia kami tidak akan banyak buka cabang. Jadi kami mau buka (di Asia)," ujarnya kepada Katadata, di Jakarta.
Pasar Negeri Ginseng menjadi tantangan tersendiri bagi ZAP Beauty Clinic karena upah minimum rata-rata penduduknya sekitar Rp 17 juta, sehingga menjadi segmen konsumen potensial bagi layanan dan produk perusahaan. Jika ZAP berhasil merebut hati masyarakat Korsel, pasar lainnya di regional bakal bisa direngkuh.
Dalam dua tahun terakhir perusahaan gencar membangun cabang di beberapa daerah. Sepanjang tahun lalu, ZAP Beauty Clinic membuka 11 cabang baru dan memindahkan tiga cabang. Dua di antaranya adalah ZAP Premier. ZAP Beauty Clinic membuka tujuh cabang baru dan delapan dipindahkan pada 2018. Sebanyak enam di antaranya adalah ZAP Premier.
Kapasitas ZAP Premier tiga kali lipat dibandingkan cabang biasa. Jumlah dokternya pun mencapai 10 orang, sedangkan di cabang biasa hanya empat orang. Penanganan dilakukan langsung oleh ahli dermatologis sehingga perawatan yang diberikan menyesuaikan kebutuham pelanggan dan menggunakan teknologi laser yang lengkap.
Setelah agresif membangun cabang selama dua tahun, ia memperkirakan ekspansi domestik bakal berkurang di tahun depan. "Belum tahu tahun depan akan buka berapa (cabang). Kami pikir (buka) pasar di luar negeri, jadi tidak semuanya (cabang baru) di Indonesia," kata Fadly.
Mengkaji IPO
Tak hanya itu, ZAP Beauty Clinic juga berencana mencatatkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, rencana itu masih perlu dikaji serius setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2019. "Rencana mau mulai (mempersiapkan) ke sana (IPO) pada 2020. Tapi kami mau lihat kondisi setelah pemilu dulu," kata dia.
Secara keseluruhan, ZAP Beauty Clinic sudah hadir di 15 kota di Indonesia, yakni di Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang, Cibubur, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Manado, Bandar Lampung, dan Palembang. Zap Beauty Clinic memiliki 850 pegawai, sebanyak 170 di antaranya adalah dokter. Dari jumlah tersebut, 20 orang merupakan dokter spesialis.
ZAP Beauty Clinic pada awalnya menyediakan layanan penghilang bulu (waxing) sejak 2009. Lalu, perusahaan ini mengubah model bisnisnya dan menjadi klinik kecantikan pada 2013. Konsep ini berhasil. ZAP Beauty Clinic bisa memiliki 50 ribu pelanggan dan memberikan lebih dari 100 ribu perawatan (treatment) dalam sebulan. Meski demikian, Fadly enggan menyebutkan omzet bisnisnya. Dia hanya menyampaikan, kontribusi bisnis perawatan kecantikan terhadap pendapatan mencapai 80%.
Kisaran harga perawatan di ZAP mulai dari Rp 299 ribu untuk satu jenis treatment dan Rp 749 ribu untuk photo facial. Ada sembilan treatment yang ditawarkan ZAP yakni photo facial, penghilang bulu, platelet rich plasma, body rejuvenation, lifting, active acne laser, combo hair removal, tattoo removal, dan infuse glowing.
"Treatment yang paling banyak dipakai adalah photo facial," kata dia. Sebab, layanan ini menggabungkan tiga teknologi yakni face toning, alma rejuvination, dan oxy infusion. Selain itu, ZAP Clinic memproduksi tujuh produk kecantikan dengan harga mulai dari Rp 50 ribu, antara lain anti acne facial wash, brightening facial wash, underarm brightening cream, lip blush, facial toner, cleansing milk, dan loose powder.
Di Indonesia, ZAP Beauty Clinic melihat pasar produk dan layanan kecantikan sangat besar. Perusahaan melakukan survei terhadap 17.889 perempuan Indonesia beberapa waktu lalu. Dalam survei bertajuk ZAP Index Beauty itu, sekitar 10.661 responden ingin kulitnya cerah setelah memakai skin care. Cerah yang dimaksud terasosiasi ingin menjadikan kulitnya lebih putih. Bahkan, sebanyak 73,1% responden yang masuk kelompok usia 18-65 tahun sepakat bahwa definisi "cantik" adalah memiliki kulit bersih, cerah, dan bercahaya (glowing). Hal ini bisa mengindikasikan bahwa ceruk pasar perawatan kecantikan ini besar.
(Baca: 1000 Pasang Sepatu Brodo Terjual Selama Asian Games 2018)
