Separuh Kontraktor Gagal Capai Target Produksi Minyak 2015

Arnold Sirait
6 Januari 2016, 20:36
Migas Asing
Katadata

KATADATA -  Hampir separuh kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) minyak dan gas bumi (migas) yang tercatat di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) gagal mencapai target produksi minyak dan kondensat tahun 2015. Dari 51 KKKS yang terdaftar memproduksi minyak, sebanyak 27 kontraktor produksinya di bawah target yang sudah ditetapkan dalam rencana kerja dan anggaran (WP&B) 2015.

Salah satu kontraktor yang digadang-gadang bakal berkontribusi besar untuk produksi minyak yakni Mobil Cepu Ltd (MCL). Namun, kontraktor asal Amerika Serikat ini hanya mampu memproduksi minyak sebanyak 46.089 barel per hari (bph) dari Blok Cepu. Capaian ini cuma 61 persen dari target dalam WP&B.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, Mobil Cepu tidak bisa mencapai target karena penyelesaian fasilitas produksi utamanya mundur dari jadwal. Semula fasilitas utama produksi (CPF) ditargetkan dapat beroperasi Juni 2015. Ternyata, fasilitas itu baru bisa berproduksi medio Desember 2015.  “MCL Banyu Urip karena terlambat menyelesaikan CPF,” katanya di Jakarta, Selasa malam (5/1).

Perusahaan milik negara (BUMN), yakni PT Pertamina, juga tidak mampu mencapai target produksi pada tahun lalu. Pertamina hanya bisa mencapai 92 persen dari target WP&B atau sebesar 9.159 bph. 

Beberapa kontraktor lain yang tak mampu mencapai target produksinya pada tahun lalu adalah PHE-WMO, EMP Malacca, PetroChina Jabung, Petronas Ketapang, PetroChinga Bangko, Kalrez, Pearl Oil, dan Lapindo. Kalau ditotal, kekurangan produksi minyak dari target yang dipatok 27 kontraktor tersebut mencapai 64 ribu bph.

Di sisi lain, ada juga kontraktor migas yang sukses melebihi target produksi minyaknya tahun lalu. Produksi terbesar dihasilkan oleh Total E&P Indonesie. Perusahaan energi asal Prancis ini memproduksi minyak dan kondensat sebesar 4.337 bph sepanjang 2015. Jumlah tersebut setara dengan 100,4 persen dari target WP&B. Chevron Pacific Indonesia juga berhasil melampaui target produksi minyaknya, yaitu sebesar 3.798 bph.

Sedangkan beberapa kontraktor migas lainnya yang mengukir prestasi sama adalah VICO Indonesia, COPI Blok B, BOB-BSP, Chevron Ind. Co, Medco SSE, Medco Rimau, Chevron Makassar, Premier Oil, CNOOC SES, Saka Indonesia, Star Energi, Santos Sampang, Medco Tarakan, dan PHE ONWJ. Total kelebihan produksi minyak dan kondensat dari 24 kontraktor tersebut sebesar  21 ribu bph.

Sementara itu, total produksi minyak dan kondensat sepanjang tahun lalu masih di bawah target, baik revisi target WP&B maupun target yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015. Pada 2015, produksi minyak dan kondensat hanya 787.766 bph. Padahal target APBNP 2015 sebesar 825 ribu bph. Sedangkan target WP&B revisi 2015 sebesar 828.500 bph.

Target produksi minyak siap jual (lifting) juga meleset tahun lalu. SKK Migas mencatat, lifting minyak hanya mencapai 777.560 bph atau 94,2 persen dari target. Begitu pula dengan lifting gas. Lifting gas sepanjang 2015 hanya 6.933,27 miliar british thermal unit per hari (BBUTD) dari target sebesar 7.079 BBUTD.

Tidak tercapainya lifting migas juga ikut mempengaruhi penerimaan negara 2015. Penerimaan negara dari sektor migas pada tahun lalu sebesar Rp 177,47 triliun atau 85 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2015.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Arnold Sirait

    Cek juga data ini

    Artikel Terkait

    Video Pilihan
    Loading...