Kejaksaan Siap Eksekusi Putusan terhadap Buronan Korupsi TPPI

Image title
3 Juli 2020, 20:41
kejaksaan, honggo wendratno, bos TPPI, mantan bos TPPI, buronan TPPI
ANTARA FOTO/Moch Asim
Ilustrasi. Pelaku kasus korupsi TPPI yang kini menjadi buronan Honggo Wendratno harus membayar uang pengganti US$ 128 juta yang setara dengan Rp 1,8 triliun atau pidana pengganti penjara enam tahun.

Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat siap melakukan ekseksusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan tetap atau inkracht terhadap Pendiri PT Trans Pasifik Pethrochemical Honggo Wendratno atas kasus korupsi pengelolaan kondensat lantaran sudah berkekuatan tetap atau inkracht. Hinggo divonis hukuman kurungan penjara selama 16 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan kurungan. 

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Hari Setiyono mengatakan, keputusan tersebut tertuang dalam surat dengan Nomor : 6/Pid.Sus-TPK/2020/PN.JKT.Pst tanggal 22 Juni 2020. Honggo juga harus membayar uang pengganti US$ 128 juta yang setara dengan Rp 1,8 triliun atau pidana pengganti penjara enam tahun.  Barang bukti berupa kilang Tuban LPG Indonesia juga dirampas untuk negara melalui Kementerian Keuangan dan uang Rp 97 milyar.

"Atas putusan pengadilan tersebut Jaksa Penuntut Umum telah mengumumkan putusan kepada terdakwa Honggo Wendratno di papan pengumuman pengadilan, kantor pemerintah dan media lainnya, namun sampai batas waktu yang diberikan, terdakwa maupun kuasanya tidak menyatakan atau mengajukan upaya hukum banding," kata Hari melalui siaran pers yang diterima Katadata.co.id, Jumat (3/7).

(Baca: Jaksa Tuntut Honggo Wendratno 18 Tahun Penjara Karena Korupsi TPPI)

Putusan pengadilan ditetapkan di bawah tuntutan JPU yakni hukuman pidana selama 18 tahun. Proses persidangan pun dilakukan tanpa hadirnya terdakwa atau In Absentia lantaran Honggo masih buron hingga sekarang.

Meskipun eksekusi badan terhadap terpidana Honggo belum dapat dilakukan karena keberadaannya masih belum diketahui, Korps Adhyaksa memastikan telah siap melakukan sebagian eksekusi berupa penyitaan barang bukti. Adapun aset yang bakal disita yakni kilang Tuban LPG Indonesia dan uang Rp 97 milyar untuk menutup kerugian negara.

Halaman:
Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...